Jawa Pos Radar Lawu - Bayangkan jika satu gigitan nyamuk di siang hari ternyata membawa virus. Bagi sebagian orang, infeksi yang ditimbulkan mungkin hanya terasa seperti demam ringan dan ruam selama beberapa hari.
Virus Zika tidak bisa dianggap sepele, terutama ketika infeksi terjadi pada ibu hamil. Virus Zika termasuk penyakit yang disebabkan dari infeksi virus genus Flavivirus.
Penularan utamanya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sebagian besar penderita bahkan tidak mengalami gejala atau hanya merasakan keluhan ringan.
Meski begitu, infeksi Zika memiliki risiko serius karena dapat memengaruhi perkembangan janin selama kehamilan.
Penularan Virus ini dengan cepat dari gigitan nyamuk. Nyamuk Aedes dapat membawa virus setelah menggigit orang yang sudah terinfeksi.
Ketika nyamuk tersebut kembali menggigit orang lain, virus dapat berpindah dan menyebabkan infeksi. Nyamuk Aedes juga dikenal aktif menggigit pada siang hari.
Karena itu, perlindungan dari gigitan nyamuk tidak hanya diperlukan saat malam, tetapi juga sepanjang aktivitas di siang hari. Selain melalui nyamuk, virus Zika juga memiliki jalur penularan lain.
Ibu hamil yang mengalami infeksi Zika dapat menularkan virus kepada janin selama kehamilan. Penularan juga berpotensi terjadi ketika proses persalinan berlangsung.
Risiko yang paling menjadi perhatian adalah gangguan perkembangan otak pada bayi, termasuk mikrosefali, yaitu kondisi ketika ukuran kepala bayi lebih kecil dari ukuran normal akibat perkembangan otak yang tidak sempurna.
Baca Juga: Benarkah Virus HMPV Sama dengan COVID-19 Atau Justru Lebih Berbahaya? Simak Penjelasan Berikut Ini!
Zika juga dapat menyebar melalui hubungan seksual. Penularan dapat terjadi dari pria kepada wanita, wanita kepada pria, maupun antarpasangan sesama jenis.
Virus diketahui dapat bertahan lebih lama dalam cairan tubuh tertentu, termasuk air mani. Karena itu, pencegahan melalui hubungan seksual juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko penularan.
Gejala Zika biasanya muncul sekitar 3–14 hari setelah seseorang terinfeksi. Banyak orang tidak menyadari dirinya terkena Zika karena gejalanya ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali.
Jika gejala muncul, beberapa keluhan yang dapat dirasakan antara lain:
- Demam ringan dan tubuh terasa lemas.
- Ruam atau bintik kemerahan pada kulit.
- Nyeri pada persendian, terutama tangan dan kaki.
- Nyeri atau pegal pada otot.
- Mata merah atau mengalami konjungtivitis.
- Sakit kepala.
Gejala tersebut dapat berlangsung selama beberapa hari hingga sekitar satu minggu. Masalahnya, keluhan Zika dapat menyerupai penyakit lain yang ditularkan nyamuk, termasuk demam berdarah dan chikungunya.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya. Meskipun sebagian besar infeksi Zika tergolong ringan dan dapat membaik dengan sendirinya, penyakit ini tetap memiliki sejumlah risiko komplikasi.
Risiko bagi Janin
Infeksi selama kehamilan menjadi salah satu perhatian utama. Virus Zika dapat menyebabkan mikrosefali dan berbagai kelainan bawaan lainnya pada bayi.
Gangguan yang mungkin berkaitan dengan infeksi Zika antara lain kerusakan jaringan otak, kelainan mata, hingga gangguan pendengaran. Karena itu, ibu hamil yang memiliki kemungkinan terpapar Zika perlu mendapatkan pemeriksaan dan pemantauan medis.
Sindrom Guillain-Barre
Komplikasi lain yang dapat berkaitan dengan infeksi Zika adalah Sindrom Guillain-Barré (SGB). Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang saraf tepi.
SGB dapat menyebabkan kelemahan otot dan pada kondisi tertentu berkembang menjadi kelumpuhan. Meski tergolong jarang, komplikasi ini menjadi salah satu alasan mengapa infeksi Zika tetap perlu diwaspadai.
Hingga saat ini, belum tersedia vaksin atau obat khusus yang secara spesifik digunakan untuk menyembuhkan infeksi virus Zika. Penanganan umumnya ditujukan untuk membantu meredakan gejala dan menjaga kondisi tubuh selama proses pemulihan.
Baca Juga: Basmi Nyamuk tanpa Obat Kimia! Ini Cara Alami Bikin Rumah Bebas Dengungan dan Gigitan Serangga
Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:
- Memperbanyak istirahat.
- Memenuhi kebutuhan cairan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
- Menggunakan parasetamol untuk membantu meredakan demam dan nyeri.
Penggunaan aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) sebaiknya dihindari sebelum demam berdarah dapat disingkirkan karena obat tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Bagi ibu hamil yang diduga terinfeksi Zika, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan. Pemantauan kehamilan dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi janin dan mendeteksi kemungkinan komplikasi lebih awal.
Beberapa langkah praktis mencegah Virus Zika, diantaranya :
1. Gunakan Pengusir Nyamuk
Gunakan losion atau semprotan antinyamuk pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian. Produk yang mengandung DEET, picaridin, atau IR3535 dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
2. Kenakan Pakaian yang Menutup Kulit
Saat berada di lingkungan yang banyak nyamuk, gunakan pakaian berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu. Cara sederhana ini dapat mengurangi area kulit yang terbuka dan berpotensi digigit.
3. Lindungi Rumah dari Nyamuk
Gunakan kelambu saat tidur serta pasang kasa pada pintu dan jendela. Langkah tersebut membantu mengurangi peluang nyamuk masuk ke dalam rumah.
4. Jangan Beri Ruang bagi Nyamuk untuk Berkembang Biak
Pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin. Bersihkan dan tutup tempat yang dapat menampung air, seperti bak mandi dan drum. Vas bunga serta barang bekas yang berpotensi menampung air hujan juga perlu diperhatikan.
5. Perhatikan Perjalanan ke Daerah Berisiko
Jika hendak bepergian ke wilayah yang masih mengalami transmisi Zika, lakukan langkah perlindungan ekstra. Ibu hamil perlu lebih berhati-hati dan mempertimbangkan saran tenaga kesehatan sebelum melakukan perjalanan.
6. Jangan Abaikan Pencegahan Penularan Seksual
Orang yang baru kembali dari wilayah dengan risiko Zika juga perlu mempertimbangkan penggunaan kondom untuk mengurangi kemungkinan penularan melalui hubungan seksual.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : halodoc.com