Mengenal Infeksi Saluran Pernapasan, dari Pilek hingga Gangguan pada Paru-Paru

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:42 WIB
Infeksi Saluran Pernapasan. Foto: thehealthybelly.co
Infeksi Saluran Pernapasan. Foto: thehealthybelly.co

Jawa Pos Radar Lawu - Hidung tersumbat, batuk, atau tenggorokan terasa sakit sering dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan. Namun, keluhan tersebut bisa menjadi tanda adanya infeksi pada saluran pernapasan. Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Infeksi saluran pernapasan atau respiratory tract infections merupakan kondisi ketika saluran pernapasan mengalami infeksi akibat virus maupun bakteri. Berdasarkan lokasi yang terdampak, infeksi ini terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu infeksi saluran pernapasan atas dan infeksi saluran pernapasan bawah.

Jenis Infeksi Saluran Pernapasan:

1. Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Infeksi saluran pernapasan atas atau upper respiratory tract infections (URI/URTI) menyerang bagian atas sistem pernapasan, seperti hidung, sinus, dan tenggorokan.

Beberapa kondisi yang termasuk dalam kelompok ini adalah pilek, sinusitis, tonsilitis, dan laringitis.

Ada pula kondisi yang disebut acute upper respiratory infection unspecified. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan infeksi akut pada saluran pernapasan atas ketika penyebab spesifiknya belum dapat ditentukan.

Kondisi ini umumnya muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan peradangan pada hidung, tenggorokan, maupun sinus. Virus seperti rhinovirus dan influenza dapat menjadi penyebabnya.

2. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Berbeda dengan infeksi saluran pernapasan atas, infeksi saluran pernapasan bawah atau lower respiratory tract infections (LRI/LRTI) menyerang bagian saluran napas yang lebih dalam hingga paru-paru.

Beberapa penyakit yang termasuk di dalamnya adalah bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia.

Baca Juga: El Nino “Godzilla” 2026 Ancam Indonesia, Waspadai Dampak Panas Ekstrem hingga Risiko Penyakit Pernapasan

Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi saluran pernapasan dapat dipicu berbagai jenis virus maupun bakteri. Penyebabnya pun dapat berbeda berdasarkan lokasi infeksi.

Beberapa mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas meliputi influenza dan parainfluenza, rhinovirus, Epstein-Barr Virus (EBV), Respiratory Syncytial Virus (RSV), Streptococcus grup A, Pertussis, serta Diphtheria.

Sementara itu, infeksi saluran pernapasan bawah dapat disebabkan oleh Influenza A, human metapneumovirus (hMPV), RSV, Varicella-Zoster Virus (VZV), Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Klebsiella pneumoniae, Enterobacter, Staphylococcus aureus, dan bakteri anaerob.

Penularannya dapat berlangsung ketika seseorang menghirup percikan air liur yang mengandung virus atau bakteri dari penderita saat batuk atau bersin.

Tidak hanya melalui udara, penularan juga dapat terjadi melalui benda yang telah terkontaminasi. Seseorang kemudian dapat terinfeksi ketika menyentuh benda tersebut dan tanpa sadar menyentuh hidung, mulut, atau mata.

Infeksi saluran pernapasan dapat dialami oleh berbagai kelompok usia. Meski demikian, anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan karena sistem pertahanan tubuh mereka masih berkembang.

Risiko penularan juga meningkat ketika seseorang berada dekat dengan penderita, terutama saat terjadi paparan droplet dari batuk, bersin, atau berbicara.

Kebiasaan sehari-hari juga berperan dalam mencegah penyebaran infeksi. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin. Hand sanitizer juga dapat digunakan ketika fasilitas untuk mencuci tangan tidak tersedia.

Pada infeksi saluran pernapasan atas, keluhan biasanya berlangsung sekitar 3 hingga 14 hari. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

Baca Juga: Begini Cara Redakan Stres dalam 1 Menit dengan Teknik Pernapasan, Grounding, Pijatan Mini, dan Senyum Bahagia

Sementara itu, infeksi saluran pernapasan bawah dapat ditandai dengan gejala seperti:

Pada bayi dan anak-anak, gejalanya terkadang disertai perubahan perilaku atau aktivitas. Anak dapat menjadi lebih rewel, mengalami kesulitan makan, hingga mengalami gangguan tidur.

Batuk dan pilek memang sering muncul sebagai keluhan sehari-hari. Namun, ketika gejala semakin berat, berlangsung lama, atau disertai gangguan pernapasan, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih.

Menjaga kebersihan tangan, mengurangi kontak dengan orang yang sedang sakit, dan menerapkan kebiasaan hidup bersih menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko penularan.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : halodoc.com
Gangguan pada Paru-Paru Penyakit Pernapasan tips kesehatan ispa infeksi saluran pernapasan