Bukan Sekadar Gaya, Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Memasang Kawat Gigi

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:21 WIB
Memakai Kawat Gigi Bisa Berdampak Pada Kesehatan. Foto : Joy Dental
Memakai Kawat Gigi Bisa Berdampak Pada Kesehatan. Foto : Joy Dental

Jawa Pos Radar Lawu - Senyum dengan susunan gigi yang rapi menjadi salah satu alasan banyak orang tertarik menggunakan kawat gigi. Behel yang dulu identik dengan kebutuhan perawatan gigi, kini juga semakin populer sebagai bagian dari penampilan, terutama di kalangan anak muda.

Namun, memasang kawat gigi bukan sekadar perkara memilih warna karet atau model bracket yang sesuai selera. Di balik penampilan tersebut, terdapat proses perawatan yang membutuhkan perhatian dan kedisiplinan.

Kawat gigi atau braces merupakan alat yang digunakan untuk membantu memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur. Perawatan ini dapat membantu menangani kondisi seperti gigi berjejal, terlalu renggang, hingga posisi gigi atas dan bawah yang tidak selaras.

Secara medis, kawat gigi termasuk dalam perawatan kesehatan gigi yang juga memiliki fungsi pencegahan terhadap masalah susunan geligi. Selain membantu memperbaiki penampilan, penataan gigi juga berkaitan dengan fungsi mengunyah agar lebih optimal.

Salah satunya adalah kondisi ketika ukuran rahang relatif kecil sehingga ruang untuk pertumbuhan gigi menjadi terbatas. Akibatnya, gigi dapat tumbuh berdesakan dan tidak berada pada posisi yang semestinya.

Masalah lain yang cukup sering menjadi alasan penggunaan kawat gigi adalah gigi tonggos. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan posisi gigi maupun rahang yang tidak sejajar.

Kebiasaan tertentu sejak kecil juga dapat memengaruhi perkembangan susunan gigi. Misalnya, kebiasaan mendorong lidah ke depan atau mengisap jempol dalam waktu lama.

Selain itu, gigi yang terlalu rapat maupun terlalu renggang juga dapat menjadi pertimbangan untuk mendapatkan perawatan ortodonti. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan dan fungsi mengunyah.

Cedera pada area wajah, mulut, atau rahang serta kehilangan gigi susu terlalu dini juga dapat memengaruhi perkembangan susunan gigi.

Adapun beberapa jenis - jenis kawat gigi :

1. Fixed Orthodontic

Jenis ini merupakan kawat gigi cekat yang dipasang pada gigi dan tidak dapat dilepas sendiri oleh pemakainya. Bracket dan kawat akan terlihat ketika seseorang tersenyum.

Bahan yang digunakan pun beragam, mulai dari logam hingga material seperti keramik atau porselen yang memiliki tampilan lebih samar.

Jenis yang cukup populer di kalangan anak-anak dan remaja. Karena, memiliki daya tarik karet pada bracket yang dapat menggunakan berbagai pilihan warna.

Baca Juga: Sering Ngilu Saat Makan? Ini 6 Tips Mengatasi Gigi Sensitif dari Dokter Gigi

2. Lingual Orthodontics

Berbeda dari behel konvensional, kawat gigi lingual dipasang pada bagian belakang gigi. Posisi tersebut membuat perangkat tidak terlalu terlihat ketika seseorang tersenyum.

Namun, pemasangannya membutuhkan tingkat ketelitian dan perawatan yang lebih tinggi. Karena karakteristik tersebut, biaya perawatannya juga cenderung lebih mahal dibandingkan beberapa jenis kawat gigi lainnya.

3. Head Gear

Head gear digunakan pada kondisi ortodonti tertentu yang membutuhkan penanganan lebih kompleks. Perangkat ini dapat melibatkan bagian luar wajah dan digunakan untuk membantu menangani posisi gigi bagian atas yang terlalu maju.

4. Face Mask

Face mask memiliki konsep yang hampir serupa dengan head gear, tetapi digunakan untuk kondisi tertentu pada posisi rahang atau gigi bagian bawah.

Pemilihan jenis alat tidak seharusnya hanya berdasarkan tampilan. Kondisi gigi dan kebutuhan setiap pasien berbeda sehingga penentuannya perlu dilakukan melalui pemeriksaan dokter gigi.

Selain berdasarkan bentuk dan posisi pemasangannya, kawat gigi juga dapat dibedakan berdasarkan material yang digunakan.

Kawat gigi berbahan stainless steel menjadi salah satu jenis yang paling umum digunakan. Ada pula model dengan sistem self-ligating yang dirancang untuk mengurangi gesekan antara kawat dan bracket.

Untuk orang yang memiliki alergi terhadap nikel, tersedia alternatif berupa kawat gigi stainless steel berlapis emas.

Sementara itu, kawat gigi berbahan titanium memiliki karakter lebih ringan tetapi tetap kuat. Material tersebut juga dapat menjadi pilihan bagi orang yang memiliki sensitivitas terhadap nikel atau baja.

Pilihan lainnya adalah kawat gigi lingual yang ditempatkan di bagian belakang gigi. Selain memiliki fungsi ortodonti, jenis tersebut menjadi alternatif bagi orang yang tidak ingin perangkat terlihat ketika tersenyum.

Ada proses adaptasi yang harus dilewati setelah kawat gigi dipasang. Rasa tidak nyaman atau nyeri dapat muncul, terutama pada masa awal penggunaan.

Masalah juga dapat muncul apabila kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik. Sisa makanan yang terselip di antara bracket dan kawat dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak, karies, maupun karang gigi.

Jaringan lunak di sekitar mulut juga perlu diperhatikan. Gesekan dari perangkat dapat membuat bagian bibir, pipi, atau gusi lebih mudah mengalami iritasi. Pada kondisi tertentu, pengguna juga dapat mengalami sariawan atau peradangan gusi.

Pengguna kawat gigi perlu memberikan perhatian lebih terhadap kebersihan mulut. Sisa makanan yang menempel di sekitar bracket harus dibersihkan secara rutin, terutama setelah makan.

Sikat gigi khusus ortodonti atau sikat dengan bulu lembut dapat digunakan agar pembersihan lebih efektif tanpa merusak perangkat.

Baca Juga: Suka Ngemil Es Batu Bisa Jadi Tanda Bahaya! Waspadai Pagophagia, Kebiasaan Itu Bisa Ganggu Kesehatan Gigi hingga Picu Anemia

Kontrol ke dokter gigi juga harus dilakukan sesuai jadwal. Pemeriksaan rutin memungkinkan dokter memantau perkembangan susunan gigi sekaligus melakukan penyesuaian terhadap kawat atau komponen lainnya.

Makanan juga perlu diperhatikan. Makanan sebaiknya dipotong menjadi bagian kecil dan dikunyah secara perlahan agar tidak memberikan tekanan berlebihan pada bracket.

Ada Makanan dan Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari

Selama menggunakan behel, beberapa makanan yang keras atau terlalu lengket sebaiknya dihindari. Permen karet, permen keras, daging yang alot, keripik, maupun kerupuk keras dapat berisiko merusak atau melepaskan bracket.

Pengguna juga tidak disarankan mencoba melepas atau mengatur sendiri kawat gigi yang sudah dipasang. Perubahan kecil pada posisi perangkat dapat memengaruhi proses perawatan yang telah dirancang oleh dokter.

Begitu juga ketika bracket terlepas atau kawat terasa menusuk bagian dalam mulut. Jangan mencoba memperbaikinya sendiri.

Segera hubungi dokter gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Memaksakan perbaikan secara mandiri justru dapat menyebabkan cedera atau mengganggu proses perawatan.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : keslan.kemkes.go.id
Kawat Gigi Behel Ortodonti kesehatan gigi perawatan gigi