Jawa Pos Radar Lawu - Membersihkan telinga dengan cotton bud mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi banyak orang. Setelah mandi atau ketika merasa telinga kotor, benda kecil dengan ujung kapas itu sering kali menjadi pilihan untuk mengorek bagian dalam telinga.
Padahal, kebiasaan tersebut belum tentu membuat telinga semakin bersih. Memasukkan cotton bud terlalu jauh justru dapat mendorong kotoran semakin masuk ke dalam, bahkan berisiko melukai bagian telinga yang sensitif.
Berdasarkan data dari Mayo Clinic, penggunaan cotton bud dapat membuat serumen atau kotoran telinga terdorong mendekati gendang telinga. Kondisi tersebut justru dapat menyebabkan kotoran menumpuk dan mengganggu saluran pendengaran.
Risiko lain juga muncul dari gesekan ujung kapas terhadap kulit liang telinga. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa tindakan tersebut dapat menyebabkan goresan pada kulit yang tipis, meningkatkan risiko infeksi, hingga merangsang produksi serumen menjadi lebih banyak.
Karena, telinga sebenarnya tidak perlu terlalu sering dikorek. Organ pendengaran ini memiliki mekanisme alami untuk membersihkan dirinya sendiri.
Serumen atau kotoran telinga sering dianggap sebagai sesuatu yang harus segera dibuang. Padahal, keberadaannya memiliki fungsi penting bagi kesehatan telinga.
Serumen membantu menangkap debu dan kotoran yang masuk ke liang telinga. Zat tersebut juga membantu menjaga kelembapan kulit di dalam telinga sehingga tidak mudah mengalami iritasi.
Dalam kondisi normal, serumen secara perlahan akan bergerak dari bagian dalam menuju lubang telinga luar. Setelah mencapai bagian luar, kotoran tersebut dapat dibersihkan tanpa perlu memasukkan benda apa pun ke dalam liang telinga.
Baca Juga: Bukan Makin Bersih, Cotton Bud Justru Bisa Dorong Kotoran Telinga Semakin Dalam
Dengan mekanisme tersebut, kebiasaan mengorek telinga sebenarnya tidak diperlukan selama tidak ada masalah seperti penumpukan serumen yang mengganggu.
Cara Membersihkan Telinga Tanpa Cotton Bud
Ada beberapa cara yang lebih aman dibandingkan memasukkan cotton bud ke dalam liang telinga, diantaranya:
- Bersihkan bagian luar telinga saja. Gunakan kain lembut atau lap yang sedikit basah untuk membersihkan daun telinga dan area di sekitar lubang telinga. Hindari memasukkan kain ke dalam liang telinga.
- Gunakan obat tetes telinga bila diperlukan. Jika terdapat dugaan penumpukan serumen, cairan tetes telinga yang dijual bebas dapat digunakan untuk membantu melunakkan kotoran. Namun, penggunaannya perlu dihindari jika terdapat infeksi telinga atau dugaan gendang telinga berlubang.
- Jangan menggunakan benda keras atau tajam. Jepit rambut, penjepit kertas, korek api, maupun benda lain tidak boleh digunakan untuk mengorek telinga. Selain dapat mendorong serumen semakin dalam, benda tersebut berisiko menyebabkan luka pada liang telinga.
- Hindari ear candling. Metode membersihkan telinga menggunakan lilin tidak direkomendasikan oleh tenaga medis. Selain belum terbukti efektif untuk mengeluarkan kotoran telinga, metode tersebut dapat menyebabkan luka bakar.(*)
(Azarine nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : mediaindonesia.com