Jawa Pos Radar Lawu - Menjaga kesehatan otak tidak harus menunggu sampai memasuki usia lanjut. Kebiasaan yang dilakukan setiap hari, mulai dari memastikan tidur cukup hingga tetap aktif bersosialisasi, ternyata dapat berperan dalam mempertahankan fungsi otak dalam jangka panjang.
Berikut lima kebiasaan yang dapat diterapkan untuk membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.
1. Pastikan Tubuh Mendapat Tidur yang Cukup
Tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh setelah beraktivitas. Saat seseorang terlelap, otak tetap menjalankan sejumlah proses penting, termasuk membantu membersihkan sisa metabolisme dan zat seperti beta-amyloid serta tau.
Tidur yang berkualitas membantu tubuh menjalankan proses pemulihan. Karena itu, menjaga jadwal tidur secara konsisten menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung kesehatan otak.
2. Terapkan Pola Makan Mediterania
Pola makan ini menekankan konsumsi makanan yang lebih sehat sekaligus membatasi gula tambahan, makanan ultraolahan, karbohidrat olahan, natrium, serta lemak jenuh.
3. Jangan Tinggalkan Aktivitas Fisik
Bergerak secara rutin menjadi kebiasaan lain yang tidak kalah penting. Timmerman merekomendasikan aktivitas kardiovaskular dengan durasi sekitar 30 menit setiap hari.
Olahraga aerobik dapat membantu meningkatkan aliran darah menuju otak. Aktivitas ini juga dikaitkan dengan berkurangnya peradangan dan meningkatnya neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi, belajar, serta menghadapi berbagai tantangan baru.
Baca Juga: Dokter Ungkap 7 Kebiasaan Sepele yang Diam-Diam Menjaga Otak Tetap Tajam dan Mental Lebih Stabil
Pilih Olahraga yang Bisa Dilakukan Konsisten
Tidak ada satu jenis olahraga yang dianggap paling sempurna untuk otak. Menurut Timmerman, hal yang lebih penting adalah memilih aktivitas yang disukai sehingga dapat dilakukan secara konsisten.
Beberapa pilihan yang bisa dilakukan antara lain:
- Jalan kaki.
- Bersepeda.
- Mendaki gunung.
- Pilates.
- Latihan kekuatan.
4. Tetap Terhubung dengan Orang Lain
Menjaga hubungan sosial ternyata bukan hanya berkaitan dengan suasana hati. Interaksi dengan orang lain juga dapat memberikan rangsangan bagi otak dengan mendukung neuroplastisitas dan meningkatkan cadangan kognitif.
Cadangan kognitif merupakan kemampuan otak untuk tetap mempertahankan fungsinya meskipun mengalami perubahan akibat usia maupun proses neurodegenerasi.
Sebaliknya, kurangnya hubungan sosial dalam waktu lama dapat membawa dampak yang berlawanan. Tinjauan penelitian pada 2023 menunjukkan bahwa isolasi sosial kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia hingga 50 persen.
Kurangnya koneksi sosial yang bermakna juga dikaitkan dengan penyusutan otak, berkurangnya cadangan kognitif, serta peningkatan peradangan.
5. Tantang Otak dengan Permainan
Otak juga membutuhkan stimulasi agar tetap aktif. Salah satu cara yang sederhana adalah melakukan permainan yang membuat otak berpikir, seperti teka-teki silang atau puzzle.
Teka-teki silang dapat melibatkan sejumlah fungsi otak, termasuk kemampuan bahasa, memori jangka panjang, dan pengenalan pola.
Teka-teki silang memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan beberapa permainan pelatihan otak berbasis komputer dalam membantu meningkatkan memori dan mempertahankan fungsi kognitif dari waktu ke waktu.
Sementara itu, mengerjakan teka-teki jigsaw dapat membantu melatih memori, kemampuan penalaran, fleksibilitas kognitif, serta kemampuan visuospasial.
Pilih Permainan yang Menantang, tetapi Tetap Menyenangkan
Konsistensi juga menjadi faktor penting. Permainan dapat dilakukan secara rutin, dengan durasi sekitar 30 menit setiap hari, sehingga aktivitas tersebut menjadi bagian dari kebiasaan yang menjaga otak tetap aktif.
Menjaga Otak Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari
Kesehatan otak tidak hanya ditentukan oleh satu kebiasaan. Tidur yang cukup, pola makan sehat, olahraga, hubungan sosial, serta aktivitas yang menstimulasi otak dapat dilakukan secara bersamaan untuk mendukung fungsi kognitif dalam jangka panjang.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : msn.com