Jawa Pos Radar Lawu - Bayangkan sore hari ketika jalanan mulai dipenuhi orang yang berolahraga. Tak semuanya berlari kencang. Sebagian justru melangkah dengan ritme santai, tetapi tetap bergerak aktif.
Fenomena ini yang membuat slow jogging semakin menarik perhatian sebagai pilihan olahraga yang sederhana dan mudah dilakukan. Tak membutuhkan tempat khusus maupun perlengkapan yang rumit, slow jogging bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa harus memaksa tubuh berlari dengan kecepatan tinggi.
Tingkat intensitas yang ringan hingga sedang membuat olahraga ini terasa lebih nyaman, bahkan memungkinkan seseorang tetap berbicara atau tersenyum selama bergerak.
Lebih dari sekadar olahraga santai, slow jogging ternyata memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh. Aktivitas ini bisa mendukung kesehatan jantung, membantu proses pembakaran lemak, sekaligus memberikan efek positif bagi kesehatan mental.
Slow jogging dilakukan dengan ritme yang lebih santai dibandingkan dari lari. Salah satu cirinya adalah tubuh tidak dipaksa bekerja pada intensitas tinggi.
Pelaku slow jogging masih dapat menjaga pernapasan dengan relatif nyaman selama bergerak.
Membantu Kerja Jantung Lebih Optimal
Ketika tubuh terus bergerak jantung akan bekerja untuk mengalirkan darah ke berbagai bagian tubuh. Slow jogging dengan intensitas yang terkontrol dapat membantu menjaga aktivitas jantung tetap aktif.
Peningkatan sirkulasi darah juga berpengaruh terhadap distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh, termasuk kulit. Karena itu, aktivitas fisik secara rutin tidak hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga dapat mendukung kondisi kulit melalui sirkulasi yang lebih baik.
Meski kecepatannya tidak tinggi, aktivitas ini tetap membutuhkan energi.
Efeknya Bukan Hanya untuk Tubuh, tetapi Juga Pikiran
Aktivitas ini juga dapat memberikan pengaruh positif terhadap kondisi psikologis.
Gerakan tubuh yang dilakukan secara ritmis dan teratur dapat membantu merangsang saraf vagus, bagian dari sistem saraf yang memiliki peran mengatur keseimbangan tubuh, serta respons terhadap tekanan dan kondisi relaksasi.
Jika dilakukan secara konsisten, olahraga seperti slow jogging dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan ceria serta mendukung pengelolaan stres.
Mengajak teman atau bergabung komunitas olahraga, Slow jogging tidak hanya sebagai rutinitas fisik. Tetapi, bisa juga menjadi sebagai aktivitas sosial.
Jangan Abaikan Persiapan Sebelum Slow Jogging
Tubuh juga membutuhkan penyesuaian sebelum digunakan untuk bergerak dalam durasi tertentu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Cukupi kebutuhan cairan dalam tubuh sebelum dan setelah berolahraga.
- Gunakan sepatu yang sesuai agar kaki mendapatkan dukungan yang baik.
- Lakukan pemanasan sebelum mulai bergerak.
- Atur durasi latihan sesuai kemampuan tubuh.
- Jangan memaksakan diri ketika tubuh mulai menunjukkan tanda kelelahan atau tidak nyaman.
Persiapan tersebut penting untuk mengurangi risiko cedera sekaligus membuat aktivitas olahraga lebih aman dan nyaman.(*)
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : ketik.com