Jawa Pos Radar Lawu - Melihat kulit orang lain tampak glowing setelah memakai skincare memang bikin penasaran. Apalagi ketika produk tersebut sedang viral dan ramai direkomendasikan di media sosial.
Tanpa berpikir panjang, produk yang sama pun akhirnya masuk ke keranjang belanja. Alhasil yang didapat belum tentu sama.
Alih-alih membuat kulit semakin sehat dan cerah, skincare yang tidak sesuai justru dapat memicu munculnya jerawat, kemerahan, hingga rasa tidak nyaman pada kulit.
Maka dari itu, jangan hanya melihat popularitas sebuah produk. Kandungan dan kondisi kulit juga perlu menjadi pertimbangan sebelum menggunakannya.
Ini cara mengetahui bahwa jerawat muncul karena skincare yang digunakan tidak cocok.
Baca Juga: 10 Skincare Bayi Terbaik 2026 yang Aman untuk Kulit Sensitif, Nomor 7 Paling Dicari!
Ada 7 Tanda skincare tidak cocok dan memicu jerawat pada kulit, diantaranya:
1. Kulit dan Jerawat Terasa Gatal
Rasa gatal ketika menggunakan produk skincare patut diperhatikan, terutama jika sebelumnya kulit tidak mengalami masalah serupa.
Kondisi tersebut dapat muncul ketika kulit mengalami iritasi atau tidak cocok dengan salah satu kandungan dalam produk.
Pewangi, pewarna, maupun bahan tertentu dapat menjadi pemicu pada kulit yang sensitif.
Jika rasa gatal terus muncul setelah pemakaian, sebaiknya jangan memaksakan penggunaan produk tersebut.
2. Muncul Kemerahan dan Peradangan
Tanda lainnya adalah kulit terlihat lebih merah dan mengalami peradangan.
Kondisi ini biasanya semakin mudah dikenali jika muncul tidak lama setelah penggunaan produk baru. Kulit bisa terasa lebih sensitif, perih, atau tidak nyaman.
Ketika hal tersebut terjadi, menghentikan sementara produk yang dicurigai menjadi pemicu dapat menjadi langkah awal untuk mencegah iritasi semakin parah.
3. Jumlah Jerawat Justru Bertambah
Skincare yang sesuai seharusnya tidak membuat kondisi kulit semakin memburuk secara terus-menerus.
Jika setelah menggunakan produk tertentu jerawat justru bermunculan lebih banyak, perhatikan kembali kandungan dan produk yang sedang digunakan.
Terlebih jika perubahan tersebut muncul secara tiba-tiba setelah mengganti rutinitas skincare.
Sementara itu, perlu diingat juga tidak semua kemunculan jerawat setelah menggunakan produk baru otomatis berarti alergi atau ketidakcocokan.
Beberapa bahan aktif memang dapat menyebabkan iritasi pada awal penggunaan. Karena itu, kondisi kulit perlu diamati secara menyeluruh.
4. Komedo Putih Bermunculan
Munculnya banyak whiteheads atau komedo putih juga patut menjadi perhatian.
Komedo putih terbentuk ketika pori-pori tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati.
Jika penyumbatan berlanjut, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi jerawat.
Karena itu, hindari memencet komedo menggunakan tangan, terutama ketika tangan tidak bersih. Kebiasaan tersebut dapat menyebabkan iritasi dan memperbesar risiko masalah kulit lainnya.
5. Kulit di Sekitar Jerawat Menjadi Kering
Bukan hanya kulit berminyak, kondisi kulit yang terlalu kering juga perlu diperhatikan.
Jika area sekitar jerawat tiba-tiba terasa sangat kering, mengelupas, atau seperti tertarik setelah menggunakan produk tertentu, bisa jadi kulit sedang mengalami iritasi.
Penggunaan produk dengan bahan aktif tertentu secara berlebihan juga dapat membuat lapisan pelindung kulit terganggu.
Karena itu, jangan menggunakan terlalu banyak produk aktif sekaligus tanpa memahami kebutuhan kulit.
6. Muncul Sensasi Panas atau Terbakar
Kulit yang terasa panas, menyengat, atau seperti terbakar setelah menggunakan skincare merupakan tanda yang tidak sebaiknya diabaikan.
Jika sensasi tersebut cukup kuat, hentikan pemakaian produk yang dicurigai. Jangan terus menggunakannya hanya karena produk tersebut sedang viral atau memiliki banyak ulasan positif.
Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda. Produk yang memberikan hasil baik pada orang lain belum tentu memberikan efek serupa pada kulitmu.
7. Jerawat Muncul di Area yang Biasanya Bersih
Coba perhatikan lokasi munculnya jerawat. Jika jerawat tiba-tiba muncul di area wajah yang biasanya jarang bermasalah setelah kamu mengganti produk skincare, perubahan tersebut layak diamati.
Catat produk apa saja yang baru digunakan dan kapan masalah kulit mulai muncul. Cara sederhana ini dapat membantu mengetahui produk yang kemungkinan menjadi pemicu.
Baca Juga: 9 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Bikin Kulit Sehat Glowing tanpa Skincare Mahal
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Skincare Memicu Jerawat?
Ketika kulit mulai menunjukkan tanda-tanda tidak cocok, jangan buru-buru menambahkan produk baru untuk mengatasinya.
Terlalu banyak produk justru dapat membuat kulit semakin sulit beradaptasi.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Hentikan sementara produk yang dicurigai menjadi pemicu.
- Gunakan pembersih wajah yang lembut.
- Hindari terlalu sering mencuci atau menggosok wajah.
- Jangan memencet jerawat.
- Pilih produk skincare yang sesuai dengan kondisi kulit.
- Gunakan tabir surya yang tidak mudah menyumbat pori-pori.
- Bersihkan rambut secara rutin agar minyak dan kotoran tidak mudah berpindah ke wajah.
- Hindari mencoba banyak produk baru dalam waktu bersamaan.
Jika kondisi kulit memburuk, terasa sangat nyeri, mengalami pembengkakan, atau jerawat tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.
Jangan Mudah Tergiur Skincare Viral
Popularitas sebuah skincare bukan jaminan bahwa produk tersebut cocok untuk semua orang.
Tren di media sosial memang bisa membantu menemukan produk baru, tetapi keputusan untuk menggunakannya tetap perlu mempertimbangkan kondisi kulit, kandungan bahan, dan cara pemakaian.
Selain itu, tidak semua jerawat yang muncul setelah penggunaan skincare berarti produk tersebut tidak cocok.
Ada kondisi tertentu ketika kulit mengalami iritasi akibat bahan aktif, penggunaan terlalu sering, atau kombinasi beberapa produk yang terlalu kuat.
Jadi, daripada sekadar mengikuti tren lebih baik kenali kebutuhan kulit sendiri.
Skincare yang tepat bukan yang paling viral, melainkan yang mampu digunakan dengan nyaman dan sesuai dengan kondisi kulit.
(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : halodoc.com