Jawa Pos Radar Lawu - Perubahan bentuk wajah yang sering terjadi membuat seseorang merasa kurang percaya diri. Wajah yang tampak lebih bulat, sembap, dan bengkak tak selalu disebabkan naiknya berat badan.
Dalam kondisi tersebut dapat berkaitan dengan cortisol face, yaitu perubahan pada wajah akibat kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi di dalam tubuh.
Kondisi ini bukan hanya memengaruhi penampilan, tetapi dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu mendapat perhatian.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Ini Cortisol Face
Cortisol face merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perubahan wajah menjadi lebih bulat atau tampak membengkak akibat peningkatan hormon kortisol dalam tubuh.
Kondisi ini umumnya terjadi ketika kadar kortisol terus meningkat dalam waktu lama. Penyebabnya bisa berasal dari stres kronis, penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang, maupun gangguan medis tertentu seperti sindrom Cushing.
Selain menyebabkan perubahan pada wajah, kelebihan hormon kortisol juga dapat memicu berbagai keluhan lain, seperti penumpukan lemak di area leher, munculnya jerawat, hingga kulit yang menjadi lebih tipis dan mudah memar.
Baca Juga: Puasa Bukan Alasan Kulit Kusam, Ini 10 Cara Biar Tetap Glowing dan Sehat Selama Ramadan 2026
Dampak Cortisol Face pada Wajah
Berikut beberapa tanda yang paling sering muncul.
1. Wajah Tampak Lebih Bulat
Ciri khas dari cortisol face yaitu, wajah berbentuk bulat atau sering disebut moon face. Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak dan cairan di area pipi, dagu, serta rahang yang membuat kontur wajah terlihat lebih penuh.
2. Kulit Berminyak dan Mudah Berjerawat
Hormon kortisol yang berlebihan dapat meningkatkan produksi minyak alami kulit. Akibatnya, wajah menjadi lebih berminyak dan lebih rentan mengalami jerawat, terutama di area dahi, pipi, dan dagu.
3. Kulit Menjadi Lebih Tipis
Kelebihan kortisol dapat menghambat produksi kolagen sehingga kulit kehilangan kekuatannya. Dampaknya, kulit menjadi lebih tipis, sensitif, mudah memar, dan lebih cepat mengalami iritasi.
4. Muncul Garis Merah atau Ungu
Berkurangnya elastisitas kulit akibat tingginya kadar kortisol dapat menyebabkan munculnya garis-garis merah atau ungu (striae). Kondisi ini sering terlihat di area pipi maupun leher dan menyerupai stretch mark.
5. Mata Terlihat Sembap
Retensi cairan yang terjadi pada wajah dapat membuat kelopak mata maupun area bawah mata tampak lebih bengkak. Pada sebagian orang, kondisi ini tetap muncul meskipun sudah mendapatkan waktu tidur yang cukup.
6. Penumpukan Lemak di Area Leher
Selain wajah, penumpukan lemak juga dapat terjadi di sekitar leher atau punggung atas yang dikenal sebagai buffalo hump. Kondisi ini membuat leher terlihat lebih tebal dan terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman.
Cara Mengatasi Cortisol Face
Penanganan cortisol face harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.
Karena itu, pemeriksaan ke dokter menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah kondisi tersebut dipicu oleh penggunaan obat kortikosteroid, sindrom Cushing, atau penyebab lainnya.
Beberapa langkah yang umumnya dianjurkan meliputi:
- Berkonsultasi dengan dokter untuk memperoleh diagnosis yang tepat.
- Melakukan penyesuaian dosis obat kortikosteroid apabila direkomendasikan oleh dokter.
- Mengelola stres melalui relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang menyenangkan.
- Tidur cukup sekitar 7–9 jam setiap malam agar keseimbangan hormon tetap terjaga.
- Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan makanan olahan guna membantu mengurangi retensi cairan.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya serat untuk mendukung metabolisme tubuh.
- Berolahraga secara rutin, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau latihan kekuatan ringan.
- Merawat kulit sesuai kondisinya, terutama jika muncul jerawat atau kulit menjadi lebih sensitif.
Baca Juga: 5 Tips Pilih Tisu Wajah untuk Kulit Berminyak, Biar Nggak Kusam dan Bebas Jerawat
Jangan Abaikan Gejalanya
Perubahan bentuk wajah akibat cortisol face bukan sekadar persoalan estetika. Kondisi ini dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan keseimbangan hormon yang memerlukan penanganan medis.
Apabila wajah berubah menjadi lebih bulat disertai gejala seperti penumpukan lemak di leher, kulit mudah memar, jerawat yang semakin parah, atau keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
Penanganan sejak dini dapat membantu mengatasi penyebabnya sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.
Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : alodokter.com