Jawa Pos Radar Lawu - Di era media sosial, informasi mengalir tanpa henti setiap detik. Sayangnya, tidak semua informasi yang dikonsumsi membawa dampak positif. Banyak orang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam membaca berita buruk.
Kabar yang memicu kecemasan, bahkan terus menggulir lini masa meski merasa semakin gelisah. Kebiasaan inilah yang dikenal sebagai doomscrolling. Sekilas aktivitas terlihat biasa.
Tetapi, jika dilakukan terus-menerus, doomscrolling bisa meningkatkan stres, memengaruhi kualitas tidur, hingga berdampak pada kesehatan mental dan fisik.
Doomscrolling ini pengertiannya
Doomscrolling, kebiasaan terus-menerus membaca atau melihat konten negatif di internet, terutama melalui media sosial maupun portal berita, meski informasi tersebut menimbulkan rasa takut, cemas, sedih, atau khawatir.
Fenomena ini semakin sering terjadi karena algoritma platform digital cenderung menampilkan konten yang mampu menarik perhatian pengguna. Berita yang memicu emosi, terutama rasa takut dan kekhawatiran, biasanya membuat seseorang bertahan lebih lama di depan layar.
Akibatnya, seseorang bisa terus menggulir konten negatif tanpa menyadari waktu yang telah dihabiskan.
Baca Juga: Scroll TikTok Cuma 5 Menit, Tiba-Tiba Udah Subuh? Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Kecanduan Swipe!
Mengapa Doomscrolling Sulit Dihentikan?
Salah satu penyebab utama doomscrolling adalah keinginan untuk terus memperoleh informasi terbaru, terutama ketika terjadi peristiwa penting.
Di sisi lain, algoritma media sosial akan terus menyajikan konten serupa berdasarkan riwayat pencarian dan interaksi pengguna. Kondisi tersebut membuat seseorang semakin mudah terjebak dalam siklus konsumsi berita negatif.
Lama-kelamaan, kebiasaan ini dapat menjadi rutinitas yang sulit dihentikan meski pengguna menyadari bahwa konten tersebut membuat suasana hati memburuk.
Dampak Doomscrolling terhadap Kesehatan Mental
Beberapa dampak yang sering muncul antara lain:
- Meningkatkan rasa cemas.
- Memicu stres berkepanjangan.
- Memperburuk suasana hati.
- Menimbulkan perasaan takut berlebihan.
- Meningkatkan risiko depresi pada sebagian orang.
Semakin sering seseorang mengonsumsi informasi yang bernuansa negatif, semakin sulit pula pikiran untuk merasa tenang meski sudah tidak lagi membuka media sosial.
Pengaruhnya terhadap Kesehatan Fisik
Tidak hanya berdampak pada mental, doomscrolling juga dapat memengaruhi kondisi fisik apabila berlangsung dalam waktu lama.
Beberapa keluhan yang dapat muncul meliputi:
- Mata cepat lelah akibat terlalu lama menatap layar.
- Gangguan tidur atau insomnia.
- Tubuh terasa lelah karena waktu istirahat berkurang.
- Sulit berkonsentrasi.
- Penurunan daya tahan tubuh akibat stres berkepanjangan.
Kurangnya waktu istirahat juga membuat tubuh lebih sulit melakukan proses pemulihan secara optimal.
Cara Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling
Mengurangi doomscrolling memang membutuhkan komitmen. Namun, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu.
1. Batasi Waktu Menggunakan Media Sosial
Manfaatkan fitur screen time atau pengingat penggunaan aplikasi untuk membatasi durasi membuka media sosial maupun membaca berita setiap hari.
2. Kurasi Konten yang Dikonsumsi
Kurangi mengikuti akun atau sumber informasi yang terus-menerus menyajikan konten negatif apabila membuat kondisi emosional semakin memburuk.
3. Lakukan Digital Detox
Luangkan waktu tanpa perangkat digital, terutama menjelang tidur. Gunakan waktu tersebut untuk membaca buku, berolahraga ringan, menulis jurnal, atau melakukan meditasi.
4. Perbanyak Aktivitas Fisik
Olahraga ringan, berjalan kaki, maupun aktivitas di luar ruangan dapat membantu menurunkan tingkat stres sekaligus mengalihkan perhatian dari layar.
5. Jaga Pola Istirahat
Tidur yang cukup membantu otak memulihkan diri dari tekanan akibat paparan informasi sepanjang hari sehingga kesehatan mental tetap terjaga.
Bijak Mengonsumsi Informasi di Era Digital
Mengikuti perkembangan berita memang penting, tetapi mengonsumsi informasi berlebihan justru bisa memberikan dampak yang berlawanan. Karena itu, penting untuk menetapkan batasan menggunakan media sosial dan memilih sumber informasi yang terpercaya.
Dengan membatasi screen time, melakukan digital detox, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas online dan kehidupan sehari-hari, risiko dampak negatif doomscrolling dapat dikurangi sehingga kesehatan mental maupun fisik tetap terjaga.
Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-doomscrolling-dan-dampaknya-terhadap-kesehatan-mental