Jawa Pos Radar Lawu - Mengapa belas kasih pada diri sendiri dinilai lebih menyehatkan?karena, memiliki self-esteem atau rasa percaya terhadap nilai diri sebagai salah satu kunci kebahagiaan.
Banyak orang didorong untuk membangun kepercayaan diri agar merasa lebih berharga dan sukses. Selain perkembangan riset psikologi menunjukkan bahwa ada pendekatan lain yang dinilai lebih stabil, yaitu self-compassion atau belas kasih kepada diri sendiri.
Berbeda dengan self-esteem sering bergantung pada pencapaian atau pengakuan dari orang lain, self-compassion mengajarkan seseorang untuk tetap menerima dan memperlakukan dirinya dengan baik, bahkan mengalami kegagalan atau kesalahan.
Mengenal Perbedaan Self-Esteem dan Self-Compassion
Meski sama-sama berkaitan dengan cara seseorang memandang dirinya sendiri, dua konsep ini memiliki dasar yang berbeda.
Apa Itu Self-Esteem?
Self-esteem merupakan penilaian seseorang terhadap nilai atau harga dirinya. Orang self-esteem tinggi umumnya merasa puas terhadap dirinya sendiri.
Sering kali, perasaan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, seperti keberhasilan, penampilan, prestasi, pujian, dan ketika merasa lebih unggul dibandingkan orang lain.
Karena bergantung pada hasil yang diperoleh, self-esteem bisa berubah sewaktu-waktu. Ketika berhasil, rasa percaya diri meningkat. Sebaliknya, saat mengalami kegagalan atau kritik, perasaan itu dapat menurun dengan cepat.
Baca Juga: Studi Kesehatan Ungkap Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Bisa Bantu Lindungi Kesehatan Mental Remaja
Mengapa Self-Esteem Bisa Menjadi Rapuh?
Beberapa di antaranya meliputi:
- Mudah berubah mengikuti keberhasilan atau kegagalan.
- Mendorong kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
- Berpotensi memicu sikap defensif ketika menerima kritik.
- Dapat menimbulkan kecenderungan menghindari tantangan karena takut gagal.
- Kurang membantu ketika seseorang sedang menghadapi tekanan emosional.
Kondisi tersebut membuat self-esteem sulit menjadi sumber kekuatan saat seseorang benar-benar membutuhkan dukungan mental.
Apa Itu Self-Compassion?
Self-compassion kemampuan memperlakukan diri sendiri dengan penuh pengertian ketika mengalami kesalahan, kegagalan, atau masa sulit. Konsep yang diperkenalkan oleh peneliti psikologi Kristin Neff ini terdiri 3 komponen utama.
1. Self-Kindness
Sikap menerima diri dengan penuh kelembutan tanpa terus-menerus mengkritik atau menyalahkan diri sendiri ketika melakukan kesalahan.
2. Common Humanity
Kesadaran bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan, rasa sakit, maupun ketidaksempurnaan. Dengan demikian, seseorang tidak merasa dirinya sendirian ketika menghadapi masalah.
3. Mindfulness
Kemampuan menyadari emosi dan pengalaman yang sedang dirasakan tanpa berlebihan ataupun berusaha mengabaikannya.
Ketiga aspek tersebut membantu seseorang menghadapi tantangan hidup secara lebih seimbang.
Self-Compassion Dinilai Lebih Efektif
Salah satu keunggulan utama self-compassion, tidak bergantung pada pencapaian. Seseorang tidak harus menjadi terbaik, selalu berhasil, atau mendapatkan pengakuan agar tetap bisa menghargai dirinya sendiri.
Justru ketika mengalami kegagalan, penolakan, atau tekanan hidup, self-compassion menjadi sumber dukungan emosional yang membantu seseorang bangkit tanpa terjebak dalam rasa bersalah berkepanjangan.
Pendekatan ini membuat seseorang lebih mudah menerima kenyataan, belajar dari kesalahan, dan melanjutkan hidup tanpa terus menghukum dirinya sendiri.
Dampak Positif Self-Compassion bagi Kesehatan Mental
- Membantu mengurangi stres.
- Menurunkan risiko kecemasan.
- Membantu mengelola emosi negatif.
- Meningkatkan ketahanan diri (resilience).
- Membantu seseorang lebih mudah bangkit setelah mengalami kegagalan.
- Mengurangi kebiasaan mengkritik diri secara berlebihan.
Karena tidak bergantung validasi dari luar, self-compassion membantu membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.
Cara Melatih Self-Compassion dalam Kehidupan Sehari-hari
Self-compassion bukan berarti memanjakan diri atau menghindari tanggung jawab. Sebaliknya, sikap membantu seseorang menerima kenyataan sambil tetap berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Hindari kebiasaan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.
- Ingat bahwa setiap orang pernah melakukan kesalahan.
- Berbicara kepada diri sendiri dengan cara yang lebih positif.
- Terima emosi yang muncul tanpa menekannya.
- Fokus mencari solusi daripada terus menyesali kegagalan.
Melatih kebiasaan tersebut secara konsisten dapat membantu menjaga keseimbangan emosional dalam jangka panjang.
Self-Compassion Bukan Berarti Menyerah
Banyak mengira bersikap baik kepada diri sendiri akan membuat seseorang menjadi malas atau tidak berkembang. Tetapi, menunjukkan self-compassion bisa meningkatkan motivasi untuk memperbaiki diri tanpa harus dipenuhi rasa takut atau malu.
Dengan menerima kegagalan bentuk dari proses belajar, seseorang akan lebih berani mencoba hal baru dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.
Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://www.therapyexplained.com/blog/self-compassion-vs-self-esteem