Jawa Pos Radar Lawu - Sulit menolak orang lain? People Pleasing bisa kena pada kesehatan mental dan fisik. Namun, ketika seseorang terus mengutamakan kebutuhan orang lain sampai mengorbankan dirinya sendiri, kondisi tersebut patut diwaspadai.
Membantu orang lain itu memang sikap yang baik. Kecenderungan berusaha menyenangkan orang lain meski mengabaikan kenyamanan diri sendiri itu perilaku yang sering terjadi, seperti people pleasing.
Orang dengan kecenderungan ini biasanya merasa tidak enak hati menolak permintaan, takut mengecewakan orang lain, bahkan khawatir dianggap egois. Jika terus berlangsung, kebiasaan itu dapat memicu stres berkepanjangan yang berdampak pada kesehatan mental maupun fisik.
Baca Juga: 5 Manfaat Buah Naga untuk Kesehatan yang Paling Penting dan Efek Sampingnya
Apa People Pleasing itu?
People pleasing yaitu pola perilaku seseorang berusaha untuk memenuhi harapan orang lain demi mendapatkan suatu penerimaan serta menghindari konflik. Kondisi ini bukan termasuk gangguan mental.
Tapi, apabila membuat seseorang terus mengesampingkan kebutuhan pribadinya, people pleasing dapat menurunkan kualitas kesejahteraan emosional dan bisa berdampak pada mental seseorang.
Memiliki kecenderungan people pleasing biasanya merasa harus selalu membantu, menyetujui pendapat orang lain, atau mengutamakan kenyamanan lingkungan agar tetap diterima dalam pergaulan.
Beda! People Pleasing dengan Sikap Peduli
Sekilas, people pleasing seperti bentuk kepedulian terhadap sesama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup sama. Orang membantu dengan tulus itu berbeda dengan people pleaser. Dimana orang tulus itu memang memiliki keinginan dan kemampuan untuk membantu.
Sebaliknya, people pleaser lebih terdorong rasa takut ditolak, tidak diterima, serta khawatir membuat orang lain kecewa dan merasa bersalah jika mengatakan "tidak". Mendapat pujian seperti pribadi yang ramah, penurut, dan mudah membantu itu salah satu kebiasaan yang justru merugikan diri sendiri, banyaknya people pleaser tidak mneyadari hal itu.
Seseorang Menjadi People Pleaser
Sebagian orang tumbuh dengan keyakinan mereka hanya akan diterima apabila selalu memenuhi harapan orang lain. Pengalaman masa kecil maupun pola asuh tertentu juga dapat membentuk kebiasaan tersebut hingga dewasa.
Dalam beberapa kondisi, people pleasing juga dikaitkan dengan respons trauma yang dikenal sebagai fawning, yaitu upaya menyenangkan orang lain sebagai cara menghindari konflik atau situasi yang dianggap mengancam.
Dampaknya terhadap Kesehatan Fisik
Beberapa keluhan fisik yang dapat muncul antara lain:
- Gangguan pencernaan, seperti maag, mual, atau memburuknya gejala irritable bowel syndrome (IBS).
- Sakit kepala akibat ketegangan otot pada leher dan bahu.
- Tubuh mudah lelah meski sudah beristirahat.
- Gangguan tidur karena overthinking atau rasa bersalah.
- Jantung berdebar.
- Nyeri otot.
- Penurunan daya tahan tubuh.
Tekanan emosional yang tidak dikelola dengan baik sering kali memunculkan gejala fisik yang nyata.
Pengaruh terhadap Kesehatan Mental
Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah resentment, yaitu rasa kecewa atau marah yang dipendam karena kebutuhan pribadi terus diabaikan. Kebiasaan yang selalu memenuhi ekspektasi orang lain bisa memicu burnout emosional seseorang serta merasa kehilangan energi dan motivasi.
Rasa khawatir berlebihan terhadap penilaian orang lain juga dapat berkembang menjadi gangguan kecemasan. Bahkan, terlalu sering menyesuaikan diri dengan lingkungan dapat membuat seseorang kesulitan mengenali keinginan, kebutuhan, maupun tujuan hidupnya sendiri.
Cara Mengurangi Kebiasaan People Pleasing
1. Kenali Respons Tubuh
Perhatikan tanda-tanda ketika tubuh mulai merasa tertekan, seperti jantung berdebar, napas terasa lebih cepat, atau perut terasa tidak nyaman.
2. Tetapkan Batasan yang Sehat
Belajarlah menetapkan boundaries dalam hubungan sosial agar tidak selalu merasa bertanggung jawab terhadap kebutuhan orang lain.
3. Berani Mengatakan "Tidak"
Menolak permintaan yang berada di luar kemampuan bukan berarti menjadi pribadi yang egois. Sebaliknya, hal tersebut merupakan bentuk menjaga kesehatan diri.
4. Beri Waktu Sebelum Menjawab
Tidak semua permintaan harus dijawab saat itu juga. Luangkan waktu untuk mempertimbangkan apakah Anda benar-benar mampu memenuhi permintaan tersebut.
5. Prioritaskan Self-Care
Sisihkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, berolahraga, atau aktivitas lain yang membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.
Menjaga kesehatan mental dan fisik bukan berarti mengabaikan orang lain. Dengan memiliki batasan yang sehat, seseorang justru dapat membangun hubungan sosial yang lebih seimbang, mengurangi stres berkepanjangan, serta menjalani kehidupan dengan lebih nyaman dan berkualitas.
Azarine Nirwasita Zada - Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://www.halodoc.com/artikel/sulit-menolak-orang-lain-hati-hati-people-pleasing-bisa-ganggu-kesehatan