Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sedentary Lifestyle Makin Marak, Begini Cara Sederhana agar Tubuh Tetap Aktif dan Sehat

Tim Content Writer Radar Lawu • Selasa, 14 Juli 2026 | 14:44 WIB
Source; draxe.com
Source; draxe.com

Jawa Pos Radar Lawu - Kemajuan teknologi telah membuat berbagai aktivitas menjadi semakin praktis.

Bekerja, belajar, berbelanja, hingga menikmati hiburan kini bisa dilakukan dari rumah.

Di balik segala kemudahan tersebut, muncul kebiasaan baru yang tanpa disadari membuat tubuh semakin jarang bergerak. 

Kondisi inilah yang dikenal sebagai sedentary lifestyle atau gaya hidup minim aktivitas fisik.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kebiasaan duduk atau berbaring terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Karena itu, penting untuk memahami dampaknya sekaligus mengetahui langkah sederhana agar tubuh tetap aktif setiap hari.

Baca Juga: 5 Manfaat NFC di Smartphone yang Sering Terlewat, dari Transfer Data hingga Buka Pintu Digital

Apa Itu Sedentary Lifestyle?

Sedentary lifestyle merupakan pola hidup yang didominasi aktivitas dengan pengeluaran energi sangat rendah.

Sebagian besar waktu dihabiskan dalam posisi duduk atau berbaring ketika tidak sedang tidur.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, perilaku sedentari mencakup berbagai aktivitas seperti:

Kebiasaan tersebut menyebabkan tubuh membakar kalori dalam jumlah yang sangat sedikit sehingga berdampak pada kesehatan apabila dilakukan secara terus-menerus.

Dampak Sedentary Lifestyle bagi Kesehatan

Kurangnya aktivitas fisik tidak hanya memengaruhi kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Meningkatkan Risiko Obesitas

Saat tubuh jarang bergerak, proses pembakaran kalori menjadi lebih lambat.

Akibatnya, lemak dan gula lebih mudah menumpuk sehingga berat badan meningkat.

Memicu Penyakit Jantung

Sirkulasi darah yang kurang optimal akibat terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Menyebabkan Gangguan Metabolisme

Sedentary lifestyle berkaitan erat dengan meningkatnya risiko:

Gangguan metabolisme tersebut dapat berkembang menjadi penyakit kronis apabila tidak ditangani.

Menurunkan Kesehatan Tulang dan Otot

Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan:

Semakin lama tubuh tidak digunakan untuk bergerak, semakin besar risiko gangguan pada sistem muskuloskeletal.

Baca Juga: Profile George Russell: Dari Williams ke Mercedes, Kisah Sang Calon Pemimpin Baru Formula 1

Berdampak pada Kesehatan Mental

Tidak hanya fisik, gaya hidup sedentari juga berhubungan dengan meningkatnya risiko depresi, kecemasan, hingga penurunan fungsi kognitif.

Mengapa Aktivitas Fisik Sangat Penting?

Kurang bergerak diketahui meningkatkan risiko kematian lebih tinggi dibandingkan mereka yang rutin beraktivitas fisik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menempatkan kurangnya aktivitas fisik sebagai salah satu faktor risiko utama penyebab kematian di dunia.

Aktivitas fisik secara rutin memberikan banyak manfaat, di antaranya:

Semakin aktif tubuh bergerak, semakin baik pula fungsi organ-organ tubuh dalam jangka panjang.

Cara Mengurangi Sedentary Lifestyle

Mengubah gaya hidup tidak harus dimulai dengan olahraga berat.

Langkah-langkah sederhana berikut sudah cukup membantu mengurangi kebiasaan terlalu lama duduk.

Bergerak Setiap 30–60 Menit

Jika bekerja di depan komputer, biasakan berdiri atau berjalan ringan setiap setengah hingga satu jam sekali agar sirkulasi darah tetap lancar.

Lakukan Pekerjaan Rumah

Membersihkan rumah, mengepel lantai, mencuci kendaraan, atau berkebun merupakan aktivitas fisik yang efektif meningkatkan pengeluaran energi.

Berolahraga di Rumah

Tidak memiliki banyak waktu bukan alasan untuk tidak bergerak.

Senam ringan, yoga, latihan kekuatan menggunakan berat badan sendiri, atau mengikuti video olahraga dapat menjadi pilihan.

Berjalan Kaki Lebih Sering

Apabila memungkinkan, pilih berjalan kaki untuk menempuh jarak dekat daripada menggunakan kendaraan.

Tetap Aktif Saat Menonton Televisi

Manfaatkan waktu menonton dengan melakukan peregangan, berjalan di tempat, atau latihan ringan agar tubuh tidak terus berada dalam posisi duduk.

Berdiri Saat Menelepon

Kebiasaan sederhana seperti berdiri atau berjalan kecil ketika menerima telepon juga membantu mengurangi waktu duduk setiap hari.

Baca Juga: Banyak yang Kenal sebagai Reviewer Parfum, Ternyata Mas Ade Pernah Antar EVOS Juara Dunia

Bangun Kebiasaan Hidup Aktif

Menjalani gaya hidup aktif tidak selalu berarti harus berolahraga dengan intensitas tinggi.

Yang terpenting adalah mengurangi waktu duduk dan memperbanyak gerakan dalam aktivitas sehari-hari.

Mulailah dari kebiasaan kecil, seperti memilih tangga daripada lift, berjalan kaki ketika memungkinkan, atau menyempatkan olahraga ringan beberapa kali dalam seminggu.

Konsistensi dalam bergerak akan memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik maupun mental.

Di era serba digital, menjaga tubuh tetap aktif menjadi investasi penting untuk kualitas hidup yang lebih baik.

Dengan mengurangi sedentary lifestyle, Anda dapat menurunkan risiko berbagai penyakit sekaligus meningkatkan kebugaran dan produktivitas setiap hari.

Azarine Nirwasita Zada, Politeknik Negeri Madiun

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : https://ayosehat.kemkes.go.id/mengatasi-ancaman-sedentary-lifestyle-untuk-kesehatan
Sedentary Lifestyle Olahraga untuk Kesehatan tips kesehatan aktivitas fisik gaya hidup sehat