Jawa Pos Radar Lawu - Gampang lupa, sulit fokus, hingga mengalami brain fog sering kali dianggap hal sepele.
Padahal, kondisi ini bisa dipicu oleh kebiasaan kecil sehari-hari yang tanpa disadari berdampak besar pada kinerja otak.
Penurunan fungsi kognitif tidak hanya dipengaruhi faktor usia atau penyakit, tetapi juga gaya hidup, pola makan, hingga kebiasaan penggunaan teknologi.
Kabar baiknya, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan otak dan meningkatkan daya ingat secara alami.
Berikut 5 kebiasaan kecil yang bisa membantu otak tetap tajam dan tidak mudah lupa:
1. Rehat dari Paparan Digital
Paparan layar secara terus-menerus membuat otak bekerja tanpa henti.
Notifikasi yang datang tanpa jeda serta kebiasaan multitasking memaksa otak berpindah fokus dengan cepat, yang justru menguras energi mental.
Memberikan waktu istirahat dari perangkat digital membantu otak kembali ke ritme alaminya.
Bahkan, jeda singkat dari layar terbukti mampu meningkatkan fokus dan memperkuat daya ingat dalam jangka panjang.
Baca Juga: Bukan Duduk atau Berdiri, Ini Kunci Utama Menjaga Kesehatan Saat Kerja Menurut Ahli
2. Konsumsi Makanan Sehat dan Seimbang
Apa yang Anda konsumsi sangat memengaruhi fungsi otak. Pola makan tinggi gula dan makanan ultra-olahan dapat memicu stres oksidatif dan peradangan yang berdampak pada penurunan fungsi kognitif.
Sebaliknya, makanan utuh seperti sayur, buah, dan protein berkualitas membantu menjaga kestabilan energi mental serta mengurangi risiko brain fog.
Pola makan sehat juga berperan penting dalam menjaga konsentrasi tetap optimal sepanjang hari.
3. Tidur Cukup dan Berkualitas
Tidur bukan sekadar istirahat, tetapi proses penting bagi otak untuk “membersihkan” diri.
Saat tidur, otak memperkuat memori dan mengatur ulang sistem yang mendukung fungsi kognitif.
Kurang tidur atau tidur yang terganggu dapat menghambat proses tersebut, sehingga berdampak pada penurunan daya ingat dan konsentrasi.
Karena itu, menjaga durasi dan kualitas tidur menjadi fondasi utama kesehatan otak.
Baca Juga: Alam Sebagai Terapi: Manfaat Pendakian Gunung untuk Kesehatan Mental Remaja di Era Modern
4. Rutin Bergerak dan Kurangi Duduk Terlalu Lama
Gaya hidup minim gerak, terutama duduk terlalu lama, dapat mengurangi aliran darah ke otak.
Kondisi ini berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif secara bertahap.
Melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin, seperti berjalan kaki atau olahraga singkat, dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak.
Selain itu, aktivitas yang menantang juga penting untuk menjaga stimulasi otak tetap aktif.
5. Jaga Kesehatan Telinga
Pendengaran memiliki peran penting dalam cara otak memproses informasi.
Gangguan pendengaran membuat otak bekerja lebih keras untuk memahami suara, sehingga meningkatkan beban kognitif.
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi interaksi sosial dan mempercepat penurunan fungsi otak.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan telinga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kinerja otak.
Baca Juga: Tren Digital Wellness Viral di Indonesia 2026, Gen Z Fokus Seimbangkan Layar dan Kesehatan Mental
Menerapkan kebiasaan-kebiasaan kecil ini secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan otak.
Dengan langkah sederhana, Anda bisa menjaga daya ingat tetap tajam, meningkatkan fokus, dan mencegah penurunan fungsi kognitif dalam jangka panjang.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya