Jawa Pos Radar Lawu - Tren minuman kekinian seperti boba, kopi susu, hingga teh manis kemasan kini semakin melekat dalam gaya hidup masyarakat.
Namun di balik rasanya yang manis dan menyegarkan, tersimpan kandungan gula tinggi yang kerap tidak disadari oleh konsumen.
Hal ini menjadi perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap asupan gula harian, terutama dari minuman manis.
Satu Gelas Minuman Kekinian Bisa Tinggi Gula
Dilansir dari Kompas.com, Menkes menyoroti bahwa satu gelas minuman kekinian bisa mengandung gula dalam jumlah besar.
Kandungan ini berasal dari berbagai tambahan seperti sirup, gula cair, hingga topping seperti boba dan krim.
Bahkan, tanpa disadari, satu porsi minuman dapat menyumbang porsi signifikan dari total kebutuhan gula harian seseorang.
“Coba tebak, berapa jumlah gula yang masuk ke tubuh kalian setiap menghabiskan satu gelas minuman manis cepat saji itu?” ujar Menkes dalam unggahannya.
Kebiasaan Sepele yang Berdampak Jangka Panjang
Konsumsi minuman manis sering kali menjadi rutinitas harian. Banyak orang mengonsumsinya hampir setiap hari, baik saat bekerja, bersantai, maupun melalui layanan pesan antar.
Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak serius jika dilakukan terus-menerus.
“Dan kamu setiap hari nyicil untuk kena penyakit ini,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa akumulasi gula dalam tubuh bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama jika tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.
Gula Tidak Hanya dari Minuman
Perlu diketahui, asupan gula harian tidak hanya berasal dari minuman. Makanan lain seperti camilan, saus, hingga makanan olahan juga mengandung gula tambahan.
Namun, minuman manis menjadi salah satu penyumbang terbesar karena dikonsumsi dalam bentuk cair.
Hal ini membuat gula lebih cepat diserap oleh tubuh dibandingkan makanan padat.
Pentingnya Kesadaran Mengontrol Konsumsi
Menkes menegaskan bahwa langkah awal yang bisa dilakukan adalah meningkatkan kesadaran terhadap jumlah gula yang dikonsumsi setiap hari.
Beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan antara lain:
- Mengurangi tingkat kemanisan saat membeli minuman
- Membatasi frekuensi konsumsi
- Memilih ukuran porsi yang lebih kecil
Langkah kecil ini dinilai efektif untuk menjaga keseimbangan asupan gula dalam jangka panjang.
Pesan Menkes: Lebih Bijak Memilih Minuman
Melalui imbauannya, Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih minuman sehari-hari.
Kebiasaan minum manis memang terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara terus-menerus dapat berdampak pada kesehatan tubuh.
Kesadaran dan kontrol diri menjadi kunci utama untuk mencegah risiko penyakit akibat konsumsi gula berlebih.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani