Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang masih menganggap berdiri saat bekerja lebih sehat dibanding duduk terlalu lama.
Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya tepat. Para ahli kesehatan kerja justru menilai bahwa perdebatan antara duduk atau berdiri bukanlah inti persoalan utama.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kedua posisi tersebut sama-sama berisiko jika dilakukan dalam waktu lama tanpa jeda.
Oleh karena itu, kunci utama menjaga kesehatan saat bekerja bukan terletak pada pilihan posisi, melainkan pada kebiasaan bergerak secara rutin.
Duduk atau Berdiri Terlalu Lama Sama-sama Berisiko
Selama ini, duduk sering disebut sebagai “silent killer” karena dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Namun, berdiri terlalu lama juga bukan solusi yang sepenuhnya aman.
Beberapa profesi seperti tenaga medis, guru, hingga pelayan restoran menghabiskan banyak waktu dalam posisi berdiri.
Kondisi ini dapat memicu gangguan pada otot, sendi, hingga kelelahan fisik yang berkepanjangan.
Baca Juga: Aturan 5 Detik untuk Mengatasi Prokrastinasi: Cara Efektif Stop Kebiasaan Menunda Pekerjaan
Masalah Kesehatan Muncul dari Posisi Tubuh
Ahli kesehatan menjelaskan bahwa tubuh manusia tidak dirancang untuk berada dalam satu posisi dalam waktu lama.
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan nyeri pada punggung bawah, leher, dan bahu.
Sebaliknya, berdiri dalam durasi panjang juga bisa menimbulkan rasa lelah, nyeri punggung, serta tekanan berlebih pada kaki dan lutut. Meski berbeda, keduanya tetap memiliki risiko yang perlu diwaspadai.
Kaki Jadi Bagian Penting yang Sering Diabaikan
Saat membahas kesehatan kerja, perhatian sering tertuju pada punggung. Padahal, kaki memiliki peran penting sebagai penopang utama tubuh.
Tekanan yang terjadi secara terus-menerus pada kaki dapat memengaruhi keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Berdiri terlalu lama bahkan dapat memicu perubahan postur serta rasa tidak nyaman pada kaki dan punggung bawah.
Baca Juga: Studi Kesehatan Ungkap Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Bisa Bantu Lindungi Kesehatan Mental Remaja
Kunci Utamanya adalah Bergerak dan Berganti Posisi
Para ahli menekankan bahwa solusi terbaik bukan memilih antara duduk atau berdiri, melainkan mengombinasikan keduanya. Tubuh membutuhkan variasi gerakan sepanjang hari untuk tetap sehat.
Mengganti posisi secara berkala dinilai jauh lebih efektif dibanding bertahan dalam satu posisi dalam waktu lama.
Aktivitas sederhana seperti berjalan sebentar atau melakukan peregangan dapat membantu menjaga kondisi tubuh.
Baca Juga: Wanita Wajib Tahu! 5 Pekerjaan Bergaji Fantastis, Bisa Kantongi Belasan Juta Rupiah per Bulan!
Perubahan Kecil dalam Rutinitas Kerja Bisa Membantu
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saat bekerja.
Istirahat singkat secara rutin menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi tekanan pada tubuh.
Selain itu, pengaturan posisi kerja yang ergonomis, penggunaan alas kaki yang nyaman, serta menambahkan aktivitas fisik ringan juga sangat dianjurkan.
Pada akhirnya, duduk dan berdiri bukanlah musuh utama. Risiko kesehatan justru muncul ketika tubuh tidak bergerak dalam waktu lama.
Menjaga keseimbangan antara duduk, berdiri, dan bergerak menjadi kunci penting untuk tetap sehat di tengah aktivitas kerja sehari-hari.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani