Jawa Pos Radar Lawu - Kekhawatiran soal radiasi ponsel atau HP masih sering menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Banyak yang bertanya-tanya, benarkah penggunaan HP dapat memicu kanker atau penyakit berbahaya lainnya?
Secara ilmiah, ponsel memang memancarkan radiasi dalam bentuk frekuensi radio.
Namun, menurut National Cancer Institute (NCI), jenis radiasi ini tergolong berenergi rendah dan juga ditemukan pada berbagai perangkat elektronik sehari-hari seperti televisi, microwave, hingga jaringan Wi-Fi.
Artinya, paparan radiasi dari ponsel bukanlah sesuatu yang unik atau berbeda dari perangkat lain yang digunakan masyarakat setiap hari.
Meski begitu, kekhawatiran muncul karena ponsel sering digunakan dalam jarak dekat dengan kepala serta durasi pemakaian yang cukup lama.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan April 2026 Naik atau Tidak? Ini Tarif Terbaru Kelas 1, 2, dan 3
Apakah Radiasi HP Bisa Menyebabkan Kanker?
Ahli neuro-onkologi Herbert Newton menjelaskan bahwa radiasi yang terbukti meningkatkan risiko kanker adalah radiasi pengion, seperti sinar-X atau radiasi dari bahan radioaktif.
Sementara itu, radiasi dari ponsel tidak termasuk dalam kategori tersebut.
Radiasi ini memiliki energi yang sangat rendah sehingga tidak cukup kuat untuk merusak DNA atau memicu pertumbuhan sel kanker.
Penjelasan ini diperkuat oleh studi besar yang didanai oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2024.
Penelitian tersebut melibatkan hampir 5.000 peserta dan menjadi salah satu studi paling komprehensif hingga saat ini.
Hasilnya menunjukkan tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dengan peningkatan risiko kanker otak, bahkan pada pengguna jangka panjang.
Newton menyebut temuan ini sebagai kabar baik bagi masyarakat. Menurutnya, penggunaan ponsel tidak secara otomatis menyebabkan tumor otak maupun tumor di area kepala.
Benarkah Ada Risiko Penyakit Jantung?
Selain kanker, isu lain yang sempat berkembang adalah dugaan hubungan antara radiasi ponsel dan penyakit jantung.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.
Ahli jantung Karishma Patwa menegaskan bahwa tidak terdapat hubungan sebab-akibat yang jelas antara radiasi ponsel dan penyakit kardiovaskular.
Baca Juga: Tren Digital Wellness Viral di Indonesia 2026, Gen Z Fokus Seimbangkan Layar dan Kesehatan Mental
Risiko Nyata Justru dari Kebiasaan Penggunaan
Meskipun radiasi ponsel dinilai relatif aman, para ahli mengingatkan bahwa ada risiko lain yang justru lebih nyata, yaitu kecanduan layar.
Penggunaan ponsel secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti:
- Kelelahan mata
- Nyeri leher, bahu, dan punggung
- Gangguan postur tubuh
- Peningkatan risiko depresi dan kecemasan
Kondisi ini semakin sering terjadi seiring meningkatnya durasi penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.
Tips Mengurangi Paparan Radiasi HP
Bagi masyarakat yang masih merasa khawatir, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalkan paparan radiasi, antara lain:
- Menggunakan speaker atau earphone saat menelepon
- Menghindari menempelkan ponsel terlalu lama di telinga
- Memanfaatkan pesan teks atau chat
Baca Juga: 11 Manfaat Berenang untuk Kesehatan Tubuh dan Mental yang Jarang Disadari
Kesimpulan
Berdasarkan bukti ilmiah terbaru, penggunaan ponsel tidak terbukti meningkatkan risiko kanker maupun penyakit jantung.
Namun, penggunaan yang bijak tetap penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Alih-alih fokus pada radiasi, perhatian utama sebaiknya diarahkan pada pola penggunaan ponsel agar tidak berlebihan dan berdampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani