Jawa Pos Radar Lawu - Mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula saat sahur ternyata tidak disarankan.
Alih-alih memberi energi tahan lama, asupan gula sederhana justru bisa membuat tubuh lebih cepat merasa lapar saat berpuasa.
Dietisien dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah, SGz, RD, menjelaskan bahwa konsumsi gula berlebih saat sahur dapat memicu lonjakan dan penurunan gula darah secara cepat.
"Konsumsi gula tinggi saat sahur justru kurang dianjurkan. Makanan atau minuman manis sederhana dapat menyebabkan fluktuasi gula darah yang membuat rasa lapar muncul lebih cepat di siang hari," kata Luthfianti saat dihubungi Antara dari Jakarta, Jumat (20/2).
Pilih Karbohidrat Kompleks dan Protein
Agar rasa kenyang bertahan lebih lama, santapan sahur sebaiknya mengutamakan karbohidrat kompleks, protein yang cukup, serta serat.
Kombinasi ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan memperlambat proses pencernaan, sehingga energi dilepas secara bertahap selama puasa.
Sementara itu, saat berbuka puasa, tubuh sebenarnya tidak membutuhkan gula tambahan dalam jumlah besar.
Yang paling utama adalah rehidrasi dan asupan gizi seimbang.
"Yang dibutuhkan tubuh adalah rehidrasi (air putih), sumber energi yang cukup serta asupan zat gizi seimbang," ujar Luthfianti.
Ia menambahkan, kurma dan telur bisa menjadi pilihan takjil yang lebih bijak dibanding minuman manis berlebihan.
"Pilihan seperti 1–3 butir kurma atau buah utuh dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan minuman sirup atau teh dengan gula berlebih," jelasnya.
Buah utuh mengandung gula alami yang disertai serat, sehingga respons gula darah lebih stabil dibandingkan gula tambahan dalam minuman manis.
Batas Aman Konsumsi Gula
Menurut rekomendasi World Health Organization (WHO), konsumsi gula tambahan sebaiknya kurang dari 10 persen total energi harian, bahkan lebih baik lagi jika di bawah 5 persen.
Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menganjurkan batas konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau sekitar empat sendok makan. Konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang berisiko meningkatkan peluang terjadinya diabetes, obesitas, hingga kerusakan gigi.
Dengan memilih sumber manis alami dan memperhatikan komposisi nutrisi saat sahur maupun berbuka, puasa dapat dijalani dengan tubuh yang lebih stabil dan energi yang bertahan lebih lama. (fin)
Editor : AA Arsyadani