Jawa Pos Radar Lawu - Vertigo sering datang tanpa aba-aba. Dunia terasa berputar, tubuh kehilangan keseimbangan, kepala terasa berat, bahkan disertai mual hingga muntah. Pada sebagian orang, vertigo juga memicu gerakan mata tak terkendali atau nistagmus yang membuat kondisi semakin tidak nyaman.
Keluhan ini bisa muncul sesekali, tetapi tak jarang kambuh berulang dan mengganggu aktivitas harian. Vertigo sendiri bukan penyakit, melainkan gejala yang berkaitan dengan gangguan sistem keseimbangan tubuh.
Secara umum, vertigo dibedakan menjadi dua jenis. Vertigo perifer terjadi akibat gangguan telinga bagian dalam, sedangkan vertigo sentral berkaitan dengan masalah pada otak kecil yang berfungsi mengatur koordinasi dan keseimbangan. Beberapa kondisi medis yang sering memicu vertigo antara lain BPPV (benign paroxysmal positional vertigo), penyakit Meniere, hingga gangguan saraf tertentu.
Kabar baiknya, vertigo ringan yang muncul sesekali umumnya bisa ditangani dengan penanganan vertigo secara mandiri di rumah. Namun, bila keluhan makin berat atau sering kambuh, pemeriksaan medis tetap diperlukan.
Langkah Penanganan Vertigo Mandiri saat Kambuh
Saat vertigo menyerang, kepanikan justru bisa memperparah gejala. Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu meredakan pusing berputar:
-
Tetap tenang dan atur napas secara perlahan
-
Segera duduk atau berbaring jika vertigo muncul saat berdiri
-
Pejamkan mata untuk mengurangi rangsangan visual
-
Gunakan bantal agar posisi kepala sedikit lebih tinggi
-
Cukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih
Untuk mencegah risiko jatuh, pastikan pencahayaan cukup saat bangun di malam hari, terutama jika masih sering mengalami vertigo.
Baca Juga: Inilah Motor Matic Paling Irit BBM 2026, Favorit Anak Muda Kota yang Dipakai Harian Tetap Hemat!
Kebiasaan Sehari-hari agar Vertigo Tidak Mudah Kambuh
Selain penanganan saat kambuh, perubahan kebiasaan juga berperan penting dalam mencegah vertigo berulang, di antaranya:
-
Bangun dari posisi tidur secara perlahan dan duduk sejenak sebelum berdiri
-
Hindari gerakan kepala mendadak atau terlalu cepat
-
Batasi olahraga dengan perubahan posisi ekstrem
-
Hentikan kebiasaan merokok dan kurangi konsumsi alkohol
-
Batasi asupan garam, kafein, dan makanan tinggi gula
-
Gunakan earphone dengan volume rendah
Kebiasaan sederhana ini membantu menjaga kestabilan sistem keseimbangan tubuh.
Latihan Mandiri untuk Membantu Meredakan Vertigo
Pada vertigo yang disebabkan oleh BPPV, latihan tertentu dapat membantu mengurangi gejala bahkan mencegah kekambuhan.
Manuver Epley
Manuver ini bertujuan mengembalikan partikel kecil di telinga bagian dalam ke posisi semula.
Langkah singkatnya:
-
Duduk di tepi tempat tidur, miringkan kepala 45 derajat ke sisi yang terasa vertigo
-
Berbaring perlahan dengan kepala sedikit menengadah dan tahan sekitar 30 detik
-
Putar kepala 90 derajat ke sisi berlawanan dan tahan kembali
-
Miringkan tubuh mengikuti arah kepala
-
Kembali duduk secara perlahan jika pusing berkurang
Baca Juga: 7 Pilihan Olahraga untuk Penderita Hipertensi, Aman dan Efektif Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Half Somersault (Foster Maneuver)
Latihan ini juga efektif untuk vertigo akibat BPPV dan bisa dilakukan secara mandiri.
Tahapannya:
-
Berlutut dan arahkan pandangan ke atas beberapa detik
-
Bungkukkan badan hingga dahi menyentuh lantai seperti posisi sujud
-
Miringkan kepala 45 derajat ke sisi vertigo
-
Angkat kepala sejajar punggung, lalu berdiri perlahan
Bila masih terasa pusing, latihan bisa diulang setelah jeda sekitar 15 menit.
Untuk keamanan, latihan sebaiknya dipelajari melalui panduan visual atau video terpercaya.
Kapan Harus ke Dokter?
Penanganan vertigo mandiri efektif untuk keluhan ringan. Namun, segera periksakan diri jika vertigo tidak membaik, sering kambuh, atau disertai gejala serius seperti gangguan bicara, penglihatan ganda, mati rasa, atau kelemahan anggota tubuh. Kondisi tersebut bisa menandakan masalah kesehatan yang lebih serius. (fin)
Editor : AA Arsyadani