Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Bukan Cuma Bikin Tinggi! Main Basket dan Voli Sejak Remaja Ternyata Bisa Jaga Tulang Tetap Kuat hingga Lansia

Sukma Maharani Putri • Selasa, 20 Januari 2026 | 10:35 WIB
Main basket dan voli saat remaja ternyata bisa jadi tabungan tulang sampai tua!
Main basket dan voli saat remaja ternyata bisa jadi tabungan tulang sampai tua!

Jawa Pos Radar Lawu - Tahukah kamu bahwa kebiasaan olahraga di masa remaja dapat menentukan seberapa kuat tulang seseorang saat menua?

Aktivitas fisik yang dilakukan sejak usia muda ternyata bukan sekadar soal kebugaran sesaat, melainkan investasi jangka panjang bagi kesehatan tulang.

Sebuah penelitian dari Bunkyo Health Study di Jepang mengungkap fakta menarik: remaja yang rutin bermain basketball dan volleyball memiliki kepadatan tulang yang lebih baik ketika memasuki usia lanjut.

Temuan ini menegaskan bahwa jenis olahraga tertentu memiliki efek jangka panjang yang signifikan terhadap kekuatan tulang.

Temuan Penting Penelitian

Hasil riset menunjukkan bahwa olahraga berdampak tinggi saat remaja memberikan keuntungan nyata bagi kepadatan mineral tulang di usia tua.

Pada basketball, pria dan wanita yang aktif bermain sejak remaja terbukti memiliki kepadatan tulang leher paha (areal bone mineral density/aBMD) lebih tinggi ketika berusia 65–84 tahun. Nilai beta dalam penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan, baik pada pria maupun wanita.

Sementara itu, volleyball memberikan manfaat khusus pada wanita. Mereka yang bermain voli sejak remaja memiliki kepadatan tulang punggung bawah yang lebih baik di usia lanjut, area yang rentan mengalami penurunan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.

Penelitian ini juga mencatat bahwa faktor lain seperti berat badan saat ini dan kadar vitamin D turut memengaruhi kesehatan tulang. Namun, dibandingkan olahraga berdampak rendah seperti renang, basket dan voli memberikan efek perlindungan tulang yang lebih kuat.

Mengapa Basket dan Voli Sangat Berpengaruh?

Masa remaja merupakan fase krusial dalam pembentukan tulang. Sekitar 40 persen massa tulang dewasa terbentuk pada periode ini, sehingga stimulasi yang tepat akan sangat menentukan kualitas tulang di masa depan.

Basketball dan volleyball termasuk olahraga berdampak tinggi karena melibatkan lompatan, hentakan, perubahan arah cepat, dan gerakan dinamis. Aktivitas ini merangsang tulang untuk beradaptasi dan menjadi lebih padat serta kuat.

Dengan meningkatkan Peak Bone Mass (PBM) sejak remaja, risiko osteoporosis dapat ditunda bahkan dikurangi secara signifikan ketika memasuki usia lanjut.

Catatan Penting dari Peneliti

Menariknya, efek positif ini tidak hanya dirasakan oleh atlet profesional. Remaja yang sekadar aktif mengikuti kegiatan basket atau voli di sekolah atau klub amatir juga memperoleh manfaat serupa.

Perbedaan dampak pada tulang punggung lebih terlihat pada wanita karena kepadatan tulang wanita cenderung menurun drastis setelah menopause, sedangkan pada pria penurunan relatif lebih stabil setelah usia 40 tahun.

Investasi Tulang Sehat Dimulai sejak Muda

Mengajak anak-anak dan remaja untuk aktif bermain basket atau voli bukan hanya soal prestasi atau hiburan. Kebiasaan ini adalah langkah preventif jangka panjang untuk menjaga tulang tetap kuat, padat, dan tahan risiko patah saat usia menua.

Olahraga berdampak tinggi sejak muda bukan sekadar gaya hidup sehat, melainkan tabungan tulang untuk masa depan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Olahraga Ringan #kesehatan tulang #basket #osteoporosis