Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Garam Tak Selalu Jahat, tapi Bisa Jadi “Bahan Bakar Penyakit” bagi Kelompok Pasien Ini, Begini Kata Dokter Jantung

Rimba Febriani • Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:35 WIB
Garam tidak selalu musuh. Tapi bagi kelompok ini, satu sendok bisa jadi “bahan bakar penyakit”. Kata dokter jantung.
Garam tidak selalu musuh. Tapi bagi kelompok ini, satu sendok bisa jadi “bahan bakar penyakit”. Kata dokter jantung.

Jawa Pos Radar Lawu - Selama bertahun-tahun, garam kerap dicap sebagai biang keladi berbagai masalah kesehatan.

Anjuran mengurangi garam bahkan sering disamaratakan untuk semua orang.

Namun, pandangan tersebut ternyata tidak sepenuhnya tepat.

Ahli jantung dan spesialis transplantasi jantung, Dr. Dmitry Yaranov, menegaskan bahwa garam tidak selalu berbahaya bagi setiap individu.

Natrium justru merupakan mineral penting bagi tubuh.

Masalahnya, pada kelompok tertentu, konsumsi garam berlebih bisa berubah menjadi pemicu penyakit serius.

Mengutip Hindustan Times, Sabtu (10/1) waktu setempat, Yaranov menekankan bahwa dampak garam sangat bergantung pada kondisi kesehatan seseorang.

“Pada tubuh tertentu, garam bukanlah bumbu. Garam adalah bahan bakar bagi penyakit,” ujarnya.

Pasien Ini Wajib Membatasi Garam Secara Ketat 

Berikut kelompok yang menurut ahli paling berisiko jika mengonsumsi garam secara berlebihan:

1. Pasien Gagal Jantung

Pada penderita gagal jantung, kelebihan natrium memicu retensi cairan, menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru dan jaringan tubuh. Kondisi ini sering berujung pada rawat inap berulang dan berkaitan dengan penurunan harapan hidup dalam jangka panjang.

2. Penderita Hipertensi Resisten

Hipertensi resisten adalah kondisi tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan meski sudah menggunakan tiga hingga empat jenis obat.

“Jika tekanan darah Anda membutuhkan tiga hingga empat obat, garam bukanlah netral. Ini adalah sabotase,” tegas Yaranov.

Pada kelompok ini, natrium dapat membuat obat tekanan darah menjadi kurang efektif.

3. Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Ginjal berperan mengatur keseimbangan cairan dan natrium. Pada penderita penyakit ginjal kronis, kemampuan ini menurun drastis.

Menurut Yaranov, konsumsi garam berlebih dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal dan menyulitkan tubuh mengontrol volume cairan.

4. Penderita Sirosis dan Hipertensi Portal

Pada pasien sirosis hati, kelebihan natrium dapat memperparah asites, yaitu penumpukan cairan di rongga perut. Kondisi ini meningkatkan tekanan pada vena portal dan memperburuk komplikasi hati.

5. Lansia dengan Pembuluh Darah Kaku

Seiring bertambahnya usia, elastisitas pembuluh darah menurun. Akibatnya, tubuh lansia menjadi lebih sensitif terhadap natrium.

Konsumsi garam berlebih pada kelompok ini lebih mudah meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan pada usia muda.

Garam Tetap Penting bagi Tubuh yang Sehat

Meski berisiko bagi kelompok tertentu, Yaranov menegaskan bahwa natrium tetap esensial bagi tubuh yang sehat. Garam berperan penting dalam:

Menurutnya, kesalahan terbesar adalah menyamaratakan anjuran kesehatan tanpa mempertimbangkan kondisi individu.

“Garam bukanlah musuh bagi semua orang. Garam tidak menghancurkan umat manusia. Saran kesehatan yang terlalu disederhanakanlah yang melakukannya.

Natrium itu penting untuk saraf, otot, pengaturan tekanan darah, dan kehidupan,” tutupnya.

Artikel ini menjadi pengingat bahwa pola makan sehat seharusnya bersifat personal, disesuaikan dengan kondisi tubuh dan riwayat kesehatan, bukan sekadar mengikuti tren umum. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#garam #bahaya garam #manfaat garam