Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Studi Kesehatan Terbaru Ungkap Kandungan Cokelat Hitam Diduga Bisa Perlambat Proses Penuaan

Rimba Febriani • Jumat, 16 Januari 2026 | 12:35 WIB

Cegah penuaan dini
Cegah penuaan dini

Jawa Pos Radar Lawu - Kabar menarik datang dari dunia sains. Cokelat hitam yang selama ini dikenal kaya antioksidan, kini kembali jadi sorotan.

Penelitian terbaru menemukan bahwa salah satu kandungan alaminya, theobromine, diduga berkaitan dengan proses penuaan yang lebih lambat pada tubuh manusia.

Riset ini dilakukan oleh tim ilmuwan dari King’s College London dengan melibatkan lebih dari 1.600 responden yang tergabung dalam dua studi besar di Eropa.

Mengutip laporan Science Daily, para peneliti meneliti kadar theobromine dalam darah peserta dan mengaitkannya dengan kondisi biologis tubuh mereka.

Dikaitkan dengan Usia Biologis, Bukan Sekadar Umur

Dalam penelitian ini, kadar theobromine tidak hanya dibandingkan dengan usia berdasarkan tanggal lahir. Para ilmuwan justru memfokuskan analisis pada usia biologis, yaitu indikator yang menggambarkan seberapa baik fungsi tubuh seseorang seiring waktu.

Untuk mengukurnya, tim peneliti menggunakan dua metode utama. Pertama, dengan menganalisis perubahan DNA yang mencerminkan kecepatan penuaan sel. Kedua, dengan mengukur panjang telomere, bagian pelindung di ujung kromosom yang secara alami memendek seiring bertambahnya usia.

Tubuh Tampak Lebih Muda dari Usia Sebenarnya

Hasilnya cukup mencolok. Peserta dengan kadar theobromine lebih tinggi cenderung memiliki usia biologis yang lebih muda dibandingkan usia kronologis mereka. Dengan kata lain, kondisi tubuh mereka tampak lebih prima dan mengalami penuaan lebih lambat dari yang diperkirakan.

Profesor Jordana Bell dari King’s College London, selaku penulis senior studi ini, menyebut temuan tersebut membuka cara pandang baru tentang hubungan antara makanan dan proses penuaan.

“Meski kami tidak menyarankan orang untuk makan cokelat hitam lebih banyak, penelitian ini membantu kita memahami bahwa makanan sehari-hari bisa menyimpan petunjuk tentang cara hidup yang lebih sehat dan lebih panjang,” ujarnya.

Theobromine Jadi Senyawa Paling Menonjol

Menariknya, para peneliti juga membandingkan theobromine dengan berbagai senyawa lain yang terdapat dalam cokelat dan kopi.

Namun, dari seluruh senyawa yang dianalisis, hanya theobromine yang menunjukkan hubungan konsisten dengan indikator penuaan biologis yang lebih lambat.

Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Aging dan langsung menarik perhatian komunitas sains.

Tetap Perlu Bijak Konsumsi Cokelat

Meski terdengar menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa hasil ini bukan alasan untuk mengonsumsi cokelat hitam secara berlebihan. Cokelat tetap mengandung gula dan lemak yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi tanpa batas.

Karena itu, konsumsi cokelat hitam sebaiknya tetap dalam jumlah wajar dan menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Masih Dibutuhkan Penelitian Lanjutan

Para ilmuwan juga menekankan bahwa riset lanjutan masih diperlukan untuk memahami secara detail bagaimana theobromine bekerja di dalam tubuh dan sejauh mana perannya dalam memengaruhi proses penuaan manusia.

Meski demikian, temuan ini memperkuat gagasan bahwa apa yang kita konsumsi setiap hari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup seiring bertambahnya usia. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#anti aging #penuaan dini #cegah penuaan dini #kesehatan wajah