Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Apakah Benar Kurang Tidur Bisa Pendekkan Umur? Ternyata Risikonya Nyaris Setara Bahaya Merokok!

Rimba Febriani • Jumat, 16 Januari 2026 | 06:35 WIB
Sering begadang? Dampaknya bukan cuma lelah, umur bisa ikut terpangkas diam-diam.
Sering begadang? Dampaknya bukan cuma lelah, umur bisa ikut terpangkas diam-diam.

Jawa Pos Radar Lawu - Kurang tidur selama ini kerap dianggap sepele. Padahal, dampaknya jauh lebih serius daripada sekadar mata panda atau sulit fokus.

Penelitian terbaru di Amerika Serikat mengungkap fakta mengejutkan.

Kebiasaan tidur kurang dapat memperpendek harapan hidup, dengan tingkat risiko hanya satu tingkat di bawah merokok sebagai pemicu kematian dini.

Temuan ini berasal dari studi yang dipublikasikan dalam jurnal SLEEP Advances dan dilakukan oleh tim peneliti dari Oregon Health & Science University.

Analisis Data Besar dari Ribuan Wilayah di AS

Penelitian ini menggunakan data kesehatan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang dikumpulkan sepanjang 2019 hingga 2025. Totalnya, lebih dari 3.000 wilayah di seluruh Amerika Serikat dianalisis.

Dalam studi ini, tidur cukup didefinisikan sebagai minimal tujuh jam per malam, sesuai rekomendasi American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society.

Para peneliti lalu membandingkan harapan hidup rata-rata di setiap wilayah dengan persentase penduduk yang melaporkan durasi tidur cukup.

Efek Kurang Tidur Tetap Kuat Meski Faktor Lain Dikendalikan

Untuk memastikan hasil yang akurat, peneliti mengontrol berbagai faktor risiko kematian dini, seperti:

Namun hasilnya tetap konsisten. Wilayah dengan tingkat penduduk yang tidur kurang dari tujuh jam per malam menunjukkan harapan hidup yang lebih rendah dibanding wilayah dengan kualitas tidur yang lebih baik.

“Saya tidak menyangka hubungan antara tidur dan harapan hidup bisa sangat kuat,” ujar salah satu peneliti, Dr. Andrew McHill.

Tidur Tak Kalah Penting dari Makan dan Olahraga

Menurut McHill, manfaat tidur sebenarnya sudah lama diketahui. Namun penelitian ini membuktikan bahwa pengaruhnya terhadap umur panjang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

“Kami selalu berpikir tidur itu penting, tetapi penelitian ini benar-benar menegaskan hal itu. Orang-orang harus berusaha mendapatkan tujuh hingga sembilan jam tidur jika memungkinkan,” katanya.

Ia menegaskan, tidur seharusnya tidak lagi ditempatkan sebagai kebutuhan sekunder.

“Tidur malam yang nyenyak tidak hanya membuat Anda merasa lebih baik, tetapi juga membantu memperpanjang umur,” jelas McHill.

Begadang Bukan Sekadar Kebiasaan, Tapi Risiko Kesehatan

Temuan ini menjadi peringatan serius bagi siapa pun yang masih sering mengorbankan jam tidur demi pekerjaan, hiburan, atau scrolling media sosial hingga larut malam.

Kurang tidur bukan hanya soal produktivitas harian, tetapi juga soal kualitas hidup jangka panjang. Jika terus diabaikan, risikonya bisa setara dengan kebiasaan buruk yang selama ini dianggap mematikan.

Mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjadikan tidur cukup sebagai prioritas gaya hidup sehat, bukan sekadar opsi jika ada waktu luang. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#bahaya merokok #tidur #kurang tidur #efek kurang tidur