Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Anak Doyan Minum Susu? Ahli Gizi Ingatkan Orang Tua: Jangan Jadikan Susu Pengganti Makanan Pokok

Rimba Febriani • Jumat, 16 Januari 2026 | 05:35 WIB
Susu penting, tapi bukan segalanya. Kesalahan kecil orang tua bisa berdampak besar pada tumbuh kembang anak.
Susu penting, tapi bukan segalanya. Kesalahan kecil orang tua bisa berdampak besar pada tumbuh kembang anak.

Jawa Pos Radar Lawu - Kebiasaan memberi susu sebagai pengganti makan utama pada anak masih kerap dilakukan banyak orang tua. Padahal, praktik ini berisiko mengganggu keseimbangan gizi dan pembentukan pola makan sehat sejak dini.

Ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menegaskan bahwa susu seharusnya diposisikan sebagai pelengkap, bukan pengganti makanan utama anak.

Kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, Rita menekankan pentingnya anak tetap mengonsumsi makanan lengkap pada waktu makan utama.

“Kalaupun anak suka susu, orang tua tetap harus mengkondisikan bahwa anak harus makan lengkap ketika makan utama. Jangan sampai susu diposisikan sebagai pengganti makan lengkap,” ujarnya.

Susu Tidak Bisa Berdiri Sendiri sebagai Sumber Gizi Anak

Rita menjelaskan, meskipun susu mengandung protein dan kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang dan otot, susu tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan gizi anak.

Jika anak terlalu sering menggantikan makan dengan susu, risiko kekurangan zat gizi justru meningkat.

“Tidak ada serat di dalam susu, dan keseimbangan antara karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien tidak akan tercapai jika anak hanya mengonsumsi makanan cair,” jelasnya.

Ia menambahkan, anak membutuhkan variasi makanan padat agar sistem pencernaan bekerja optimal. Konsumsi makanan cair secara dominan dalam jangka panjang dapat menghambat proses pencernaan alami tubuh.

Bahaya Tersembunyi Jika Anak Terbiasa ‘Minum’ Saat Jam Makan

Menurut Rita, pencernaan anak perlu dilatih dengan tekstur dan jenis makanan yang beragam. Jika sejak kecil anak terbiasa melewatkan makan utama dan hanya mengandalkan susu, kebiasaan ini bisa terbawa hingga usia lebih besar.

Kondisi tersebut berpotensi membuat anak menjadi pemilih makanan, sulit makan, bahkan berisiko mengalami gangguan pola makan di kemudian hari.

Masa Anak-Anak, Fondasi Kebiasaan Makan Seumur Hidup

Sebagai dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan, Rita menekankan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode emas dalam pembentukan kebiasaan makan.

Orang tua memiliki peran krusial dalam mengenalkan konsep makan seimbang, mengenal rasa alami makanan, serta membangun hubungan positif anak dengan makanan.

Anak Lebih Suka Susu? Ini Cara Menyiasatinya Tanpa Drama

Menghadapi anak yang lebih memilih susu dibandingkan makan utama, Rita menyarankan pendekatan yang lembut dan kreatif, bukan paksaan.

Orang tua bisa melibatkan anak dalam memilih menu, menyajikan makanan dengan tampilan menarik, atau memodifikasi rasa tanpa mengurangi nilai gizi.

“Berikan makan utama terlebih dahulu. Jika masih ada zat gizi yang kurang, seperti kalsium atau protein, susu bisa diberikan sebagai makanan selingan bersama makanan lain, misalnya buah,” jelasnya.

Dengan cara ini, anak tetap mendapatkan asupan gizi seimbang, manfaat susu tetap optimal, dan kebiasaan makan sehat bisa terbentuk secara alami. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#minum susu #pengganti makanan pokok #manfaat susu #gizi anak #susu anak