Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tren Botol Tembaga untuk Air Minum Makin Populer, Dokter Ungkap Cara Aman Menggunakannya agar Tak Jadi Racun

Rimba Febriani • Rabu, 14 Januari 2026 | 15:55 WIB
Botol tembaga bisa menyehatkan, tapi salah pakai justru berisiko jadi racun bagi tubuh.
Botol tembaga bisa menyehatkan, tapi salah pakai justru berisiko jadi racun bagi tubuh.

Jawa Pos Radar Lawu - Penggunaan botol tembaga untuk menyimpan air minum belakangan semakin digandrungi. Banyak orang meyakini air yang disimpan dalam wadah tembaga memiliki manfaat kesehatan, mulai dari membantu pencernaan hingga meningkatkan imunitas.

Namun, di balik tren tersebut, tersimpan risiko yang jarang disadari. Jika digunakan secara keliru, botol tembaga justru dapat membahayakan tubuh.

Menurut Dr. Manan Vora, ahli bedah ortopedi sekaligus pendiri NutriByte Wellness di Mumbai, air yang disimpan dalam botol tembaga bisa berubah menjadi sumber racun bila cara penggunaannya tidak tepat.

“Botol tembaga telah menjadi tren kesehatan di banyak rumah, tetapi kebanyakan orang tidak tahu cara menggunakannya dengan aman. Kesalahan penggunaan bisa menyebabkan tembaga melindi ke dalam air dan menumpuk sebagai racun di dalam tubuh,” ujar Dr. Manan, dikutip dari Hindustan Times.

Agar tidak salah langkah, berikut aturan penting penggunaan botol tembaga yang perlu diperhatikan.

1. Jangan Pernah Mengisi Minuman Asam

Kesalahan paling sering dilakukan adalah mengisi botol tembaga dengan minuman asam, seperti air lemon, air jeruk, atau air jintan.

Menurut Dr. Manan, cairan asam dapat bereaksi dengan logam tembaga dan mempercepat proses pelarutan logam ke dalam air. Akibatnya, kandungan tembaga dalam air bisa meningkat dan berbahaya bagi tubuh.

Botol tembaga hanya aman digunakan untuk air putih biasa, bukan minuman lain.

2. Hindari Air Panas atau Mendidih

Mengisi botol tembaga dengan air panas juga bukan pilihan bijak.

“Air yang sangat hangat akan meningkatkan proses pelarutan zat tembaga. Artinya, lebih banyak logam yang masuk ke dalam tubuh,” tegas Dr. Manan.

Untuk keamanan, gunakan air suhu ruang atau air dingin yang telah dimasak dan didinginkan.

3. Jangan Digunakan Setiap Hari

Meski kerap diklaim menyehatkan, botol tembaga tidak disarankan digunakan setiap hari atau dibawa ke mana-mana layaknya botol minum biasa.

Penggunaan berlebihan berisiko menyebabkan penumpukan tembaga dalam tubuh, yang dalam jangka panjang dapat memicu gangguan kesehatan.

Gunakan botol tembaga secukupnya dan sesekali, bukan sebagai wadah minum harian.

4. Wajib Dibersihkan Secara Rutin

Kebersihan botol tembaga tidak boleh diabaikan. Munculnya lapisan kehijauan di bagian dalam botol merupakan tanda oksidasi alami.

Jika dibiarkan, lapisan ini dapat mencemari air minum. Karena itu, Dr. Manan menyarankan botol tembaga dibersihkan secara rutin menggunakan sabun dan air bersih agar tetap aman digunakan.

Botol tembaga memang dapat memberikan manfaat jika digunakan dengan cara yang benar. Namun, kesalahan kecil seperti mengisi minuman asam, air panas, atau penggunaan berlebihan justru dapat mengubahnya menjadi sumber racun.

Dengan memahami aturan pakai yang tepat, manfaat botol tembaga bisa diperoleh tanpa mengorbankan kesehatan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#botol tembaga #air minum aman #botol minum #air minum