Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang langsung alergi mendengar kata gula. Saat berusaha hidup lebih sehat, gula sering menjadi musuh utama yang harus dihindari. Padahal faktanya, tidak semua gula bekerja dengan cara yang sama di dalam tubuh.
Secara sederhana, gula terbagi menjadi dua jenis utama: gula alami dan gula tambahan. Gula alami terdapat secara alami dalam buah, sayuran, dan makanan tanpa pemanis buatan. Sementara itu, gula tambahan adalah gula yang sengaja ditambahkan saat proses pengolahan makanan dan minuman.
Ahli gizi sekaligus penulis, Samantha Cassetty, MS, RD, menegaskan bahwa menghindari buah demi mengurangi gula justru merupakan kesalahpahaman yang masih banyak terjadi.
“Asosiasi Diabetes Amerika mendukung konsumsi buah, dan saya pun demikian,” ujar Samantha Cassetty, dikutip dari Eating Well.
Ia menyebut, orang yang sedang mengatur berat badan atau kadar gula darah kerap keliru menjadikan buah sebagai pantangan, padahal anggapan tersebut tidak berdasar.
Gula Alami Tak Perlu Ditakuti
Menurut Samantha, gula alami dalam buah seperti pisang, apel, atau dalam yogurt tawar tidak seharusnya menjadi sumber kekhawatiran. Alasannya, makanan ini tidak hanya mengandung gula, tetapi juga serat, vitamin, dan mineral yang membantu tubuh memproses gula secara lebih stabil.
“Jika Anda mencoba mengurangi asupan gula, fokuslah pada pengurangan gula tambahan,” tegasnya.
Serat dalam buah, misalnya, berperan memperlambat penyerapan gula ke dalam darah sehingga lonjakan gula darah dapat diminimalkan.
Gula Tambahan Sering Tersembunyi
Berbeda dengan gula alami yang mudah dikenali, gula tambahan justru sering bersembunyi di balik label makanan. Samantha mengingatkan bahwa gula tambahan tidak hanya terdapat dalam makanan penutup atau minuman bersoda.
Produsen kerap menambahkan gula sebagai pemanis, pengental, pewarna, hingga pengawet. Bahkan, produk yang tampak “sehat” seperti granola bar, saus salad, atau susu nabati sering mengandung gula tambahan dalam jumlah yang tidak disadari.
Jika dikonsumsi rutin, sedikit gula ini bisa menumpuk dan berdampak signifikan bagi kesehatan.
Gula yang Disebut ‘Alami’ Tetap Diproses Sama
Dokter spesialis obesitas Kevin R. Gendreau, MD, menambahkan bahwa beberapa jenis gula yang sering dipasarkan sebagai gula alami. Seperti madu, sirup maple, atau agave tetap diproses tubuh dengan mekanisme yang serupa dengan gula lainnya.
Menurutnya, masalah utama bukan pada jenis gula, melainkan jumlah total gula yang dikonsumsi setiap hari.
Dampak Konsumsi Gula Berlebihan
Asupan gula berlebih tidak hanya meningkatkan risiko pra-diabetes dan diabetes tipe 2. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh, mulai dari kesehatan jantung, sistem pencernaan, hingga kondisi kulit dan peradangan kronis.
Tips Bijak Mengontrol Asupan Gula
Agar tetap sehat tanpa harus menghindari gula sepenuhnya, beberapa langkah berikut bisa diterapkan:
-
Mengurangi konsumsi minuman manis
-
Memilih makanan dengan bahan alami
-
Mengurangi tambahan gula dan krimer pada teh atau kopi
-
Membaca label kandungan gula pada kemasan
-
Merencanakan konsumsi makanan manis secara sadar
Menghindari gula secara total bukan solusi yang realistis. Kunci utamanya adalah membatasi gula tambahan, bukan gula alami dari makanan bergizi seperti buah. Dengan memahami perbedaan keduanya, kita dapat membuat pilihan makan yang lebih cerdas dan menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. (fin)
Editor : AA Arsyadani