Jawa Pos Radar Lawu - Keluhan seperti sulit fokus, mudah lupa, emosi naik turun, hingga cepat lelah secara mental sering dianggap hal biasa. Padahal, menurut dokter spesialis saraf, gejala-gejala tersebut bisa menjadi sinyal bahwa otak tidak dirawat dengan baik dalam keseharian.
Ketua sekaligus Direktur Grup Neurologi RS Yatharth India Utara, Dr. Kunal Bahrain, menegaskan bahwa kesehatan otak dan mental tidak hanya bergantung pada obat atau terapi medis, tetapi sangat dipengaruhi oleh kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Banyak kekhawatiran sehari-hari, seperti konsentrasi yang buruk, sering lupa, ketidakstabilan emosi, dan kelelahan mental, terkait erat dengan bagaimana otak didukung setiap hari. Namun, kesehatan otak dapat dibentuk oleh kebiasaan yang konsisten dan gaya hidup yang memengaruhi kognisi, suasana hati, serta ketahanan mental dari waktu ke waktu,” ujar Dr. Kunal, dikutip dari Hindustan Times.
Ia pun membagikan tujuh kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan siapa saja untuk menjaga fungsi otak dan kestabilan mental.
1. Menyerap Cahaya Matahari di Pagi Hari
Paparan sinar matahari pagi membantu menyelaraskan jam biologis tubuh. Efeknya, kewaspadaan meningkat di siang hari dan kualitas tidur menjadi lebih baik pada malam hari. Duduk dekat jendela atau berjalan santai di pagi hari sudah cukup memberi manfaat.
2. Menghindari Multitasking
Menurut Dr. Kunal, membiasakan diri fokus pada satu tugas jauh lebih sehat bagi otak. Multitasking justru membebani fungsi kognitif, menurunkan efisiensi kerja, dan melemahkan kemampuan konsentrasi dalam jangka panjang.
3. Menulis dengan Tangan
Menulis menggunakan alat tulis membantu otak menyusun pikiran dan emosi dengan lebih jernih. Kebiasaan menulis jurnal singkat terbukti efektif meredakan stres serta meningkatkan pengelolaan emosi.
4. Bergerak Secara Teratur
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan rutin berperan besar dalam menjaga aliran darah ke otak. Selain menyehatkan fisik, kebiasaan ini juga membantu menurunkan ketegangan mental.
Baca Juga: Awal 2026 Jadi Titik Balik Taurus, Capricorn, Leo, Virgo dan Sagittarius!
5. Tidur Tepat Waktu
Tidur berkualitas sangat penting untuk memori, regulasi emosi, dan pemulihan sistem saraf. Kebiasaan tidur larut secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi otak dan kestabilan mental.
6. Membatasi Paparan Layar Digital
Terlalu lama terpapar gawai membuat otak berada dalam mode waspada tanpa jeda. Akibatnya, fokus menurun dan kelelahan mental meningkat. Menetapkan batas waktu penggunaan perangkat digital memberi kesempatan otak untuk beristirahat.
7. Menyediakan Jeda Harian
Jeda singkat di tengah rutinitas membantu menenangkan sistem saraf. Teknik pernapasan lambat, jeda sadar sebelum bereaksi, atau berinteraksi dengan lingkungan sosial yang positif dapat mengurangi stres emosional.
“Praktik sederhana ini membantu menggeser sistem saraf ke kondisi yang lebih tenang, sehingga meningkatkan stabilitas emosional dan kualitas pengambilan keputusan,” tutup Dr. Kunal.
Kesehatan otak dan mental bukan hasil instan, melainkan akumulasi dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Dengan menerapkan tujuh langkah sederhana ini secara konsisten, fungsi kognitif, keseimbangan emosi, dan ketahanan mental dapat terjaga dalam jangka panjang. (fin)
Editor : AA Arsyadani