Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sistem Imun Bisa Menyerang Tubuh Sendiri? Ini Penyebab Penyakit Autoimun yang Sering Diabaikan

Rimba Febriani • Minggu, 11 Januari 2026 | 13:15 WIB
Sistem imun bisa salah sasaran. Ini faktor pemicu penyakit autoimun yang sering luput disadari.
Sistem imun bisa salah sasaran. Ini faktor pemicu penyakit autoimun yang sering luput disadari.

 

Jawa Pos Radar Lawu - Penyakit autoimun kerap disebut sebagai silent disease. Gejalanya muncul perlahan, samar, bahkan sering dianggap kelelahan biasa. Tak sedikit penderita baru menyadari kondisinya ketika keluhan sudah cukup berat dan mulai mengganggu aktivitas harian.

Lalu muncul pertanyaan besar: mengapa sistem imun (yang seharusnya melindungi) justru menyerang tubuh sendiri?

Hingga kini, dunia medis belum menemukan satu penyebab tunggal penyakit autoimun. Para ahli sepakat, kondisi ini muncul akibat kombinasi faktor genetik, hormonal, lingkungan, dan gaya hidup. Yang perlu diwaspadai, penyakit autoimun bisa menyerang siapa saja dan menargetkan organ yang berbeda-beda, tergantung jenisnya.

Karena berkembang secara bertahap, mengenali faktor risiko sejak dini menjadi kunci penting. Berikut sejumlah pemicu penyakit autoimun yang perlu mendapat perhatian serius.

1. Faktor Genetik: Warisan yang Tak Selalu Terlihat

Riwayat penyakit autoimun dalam keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Meski tidak selalu diturunkan secara langsung, faktor genetik berpengaruh pada cara sistem imun bekerja dan merespons ancaman.

2. Perubahan Hormon, Terutama pada Perempuan

Fluktuasi hormon kerap dikaitkan dengan meningkatnya kasus autoimun. Kehamilan, masa setelah melahirkan, hingga menopause diyakini dapat memicu gangguan keseimbangan sistem kekebalan tubuh.

3. Infeksi Virus dan Bakteri Tertentu

Beberapa infeksi diketahui mampu “mengacaukan” sistem imun. Virus Epstein-Barr, misalnya, diduga dapat memicu respons imun berlebihan hingga tubuh justru menyerang selnya sendiri.

4. Lingkungan yang Tidak Bersahabat

Paparan sinar matahari berlebihan, asap rokok, polusi, hingga zat kimia berbahaya dapat meningkatkan risiko penyakit autoimun. Lingkungan yang tidak sehat berkontribusi pada stres oksidatif dan peradangan kronis.

5. Jenis Kelamin: Perempuan Lebih Rentan

Data medis menunjukkan perempuan lebih sering mengalami penyakit autoimun dibandingkan laki-laki. Perbedaan hormon, gen, serta respons imun menjadi faktor yang diduga berperan.

6. Paparan Bahan Kimia Berbahaya

Zat seperti merkuri, pestisida, dioksin, dan asbes dapat mengganggu kerja sistem kekebalan tubuh. Paparan jangka panjang berpotensi memicu gangguan autoimun yang serius.

7. Kebiasaan Merokok

Merokok bukan hanya merusak paru-paru, tetapi juga melemahkan sistem imun. Kebiasaan ini meningkatkan peradangan kronis dan memperbesar risiko berbagai penyakit autoimun.

8. Berat Badan Berlebih

Obesitas memicu peradangan dalam tubuh secara terus-menerus. Kondisi ini dapat mengganggu regulasi sistem imun dan meningkatkan risiko penyakit autoimun.

Penyakit autoimun tidak datang secara tiba-tiba. Ia berkembang melalui proses panjang yang dipengaruhi banyak faktor. Dengan mengenali risiko sejak dini, kita bisa lebih waspada dan mulai menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan yang realistis dan berkelanjutan. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#tips kesehatan #kebiasaan merokok #faktor genetik #penyakit autoimun #Berat badan berlebih #autoimun