Jawa Pos Radar Lawu - Rasa perih di dada, sensasi terbakar di tenggorokan, hingga sulit tidur kerap muncul akibat asam lambung naik saat malam.
Banyak orang mengalami hal ini tanpa menyadari penyebab sebenarnya.
Malam hari menjadi rentan karena tubuh mulai beristirahat, sistem pencernaan melambat, dan posisi berbaring membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Selain itu, kebiasaan makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur, stres, makanan tertentu, hingga faktor gaya hidup seperti merokok dan berat badan berlebih juga memperparah gejala.
Berikut penyebab umum asam lambung sering kambuh di malam hari:
Penyebab Asam Lambung Naik di Malam Hari:
-
Posisi berbaring – Gravitasi tidak lagi menahan asam di lambung sehingga mudah naik.
-
Tidur terlalu cepat setelah makan – Lambung yang masih penuh menekan katup esofagus.
-
Stres berlebih – Meningkatkan produksi asam dan menurunkan zat pelindung lambung.
-
Obesitas – Lemak perut menekan lambung, memicu refluks.
-
Merokok – Melemahkan otot sfingter esofagus dan mengiritasi kerongkongan.
-
Makanan pemicu – Pedas, berlemak, asam, dan minuman berkafein meningkatkan asam lambung.
-
Refleks menelan menurun saat tidur – Membuat asam lebih mudah naik ke kerongkongan.
Cara Alami Mencegah Asam Lambung Kambuh Malam Hari:
-
Tinggikan posisi kepala saat tidur – Gunakan bantal ekstra agar kepala dan dada lebih tinggi dari perut.
-
Tidur miring ke kiri – Membantu asam tetap berada di lambung.
-
Hindari tidur segera setelah makan – Jeda minimal 3 jam antara makan malam dan tidur.
-
Konsumsi porsi kecil dan kunyah perlahan – Memudahkan proses pencernaan.
-
Aktivitas ringan setelah makan – Jalan santai beberapa menit menurunkan risiko refluks.
-
Hindari makanan pemicu dan rokok sebelum tidur – Menjaga lambung tetap nyaman.
-
Gunakan pakaian longgar – Mengurangi tekanan perut saat berbaring.
Jika keluhan tetap sering muncul meski telah melakukan cara alami, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat.
Mengelola gaya hidup dan kebiasaan makan adalah kunci utama agar asam lambung tidak mengganggu kualitas tidur. (fin)
Editor : AA Arsyadani