Jawa Pos Radar Lawu - Vitamin D berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang, daya tahan tubuh, dan keseimbangan fungsi tubuh.
Kekurangan vitamin ini dapat menurunkan imunitas, memengaruhi suasana hati, dan meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, sehingga pemenuhannya menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat.
Bayi Baru Lahir Sudah Berisiko Defisiensi
dr Caesar menjelaskan bahwa bayi baru lahir hanya memiliki 50–60% cadangan vitamin D dari ibu.
Artinya, bila ibu mengalami kekurangan vitamin D, bayi otomatis memiliki simpanan yang rendah.
Kelompok paling rentan adalah bayi usia 0–6 bulan, karena:
-
hanya bergantung pada ASI,
-
kadar vitamin D dalam ASI belum mencukupi kebutuhan,
-
paparan sinar matahari harus dibatasi karena kulit bayi masih sensitif.
Baca Juga: 8 Oleh-Oleh Khas Blora yang Paling Dicari Wisatawan, Tak Dinyana Nomor 3 Bentuknya Unik Banget!
Bahaya Kekurangan Vitamin D untuk Anak
Defisiensi vitamin D dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, di antaranya: stunting, obesitas, autisme, alergi, dermatitis atopik, rakhitis (tulang lunak), dan keterlambatan motorik dan kelemahan otot.
Vitamin D memegang peran penting dalam penyerapan kalsium dan fosfor, pembentukan tulang, memperkuat sistem imun, mendukung perkembangan otak.
Baca Juga: Riset Terbaru: Minum Jus Jeruk Tiap Hari Ubah 3.790 Gen dan Tingkatkan Kesehatan Jantung!
Kenapa Anak Bisa Kekurangan Vitamin D?
Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan rendahnya kadar vitamin D pada anak:
-
minimnya paparan sinar matahari,
-
gaya hidup sedentari yang membuat anak kurang bermain di luar,
-
kurangnya konsumsi makanan tinggi vitamin D seperti ikan laut, jamur, keju, dan minyak ikan.
Rekomendasi Suplementasi untuk Anak
Menurut dr Caesar, kebutuhan vitamin D anak adalah:
-
Bayi 0–12 bulan: 400–600 IU per hari
-
Anak yang lebih besar: bisa dipenuhi dari makanan kaya vitamin D atau suplementasi sesuai kebutuhan
Vitamin D Sudah Penting sejak Program Hamil
Kebutuhan vitamin D meningkat sejak masa persiapan kehamilan hingga menyusui.
Vitamin D berperan besar dalam sistem reproduksi, menjaga kehamilan tetap sehat, mendukung pertumbuhan optimal janin.
Karena itu, pemeriksaan kadar vitamin D sebaiknya dilakukan secara rutin.
Baca Juga: 10 Kuliner Blora Paling Unik dan Enak: Soto Kletuk, Tape Sugihan, dan Keripik Gedebok Pisang!
Literasi Vitamin D di Masyarakat Masih Rendah
Rendahnya pemahaman masyarakat tentang vitamin D berdampak langsung pada kualitas hidup anak, terutama terkait imunitas dan perkembangan otak.
Langkah tersebut, menurutnya, membantu menjaga kesehatan tulang, daya tahan tubuh, serta tumbuh kembang anak.
Para dokter mengingatkan bahwa kecukupan vitamin D harus menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting dan berbagai gangguan kesehatan akibat kekurangan gizi.
Vitamin D bukan hanya untuk tulang—nutrisi ini juga berpengaruh besar terhadap perkembangan otak, sistem imun, hingga kesehatan jangka panjang anak. (fin)
Editor : AA Arsyadani