Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Terbukti Ilmiah! Olahraga sebelum Sarapan Ternyata Membakar Lemak Lebih Banyak, Profesor Ungkap Fakta yang Jarang Diketahui

Sukma Maharani Putri • Kamis, 20 November 2025 | 13:05 WIB
Olahraga sebelum sarapan dapat meningkatkan pembakaran lemak, namun konsistensi tetap menjadi faktor paling menentukan.
Olahraga sebelum sarapan dapat meningkatkan pembakaran lemak, namun konsistensi tetap menjadi faktor paling menentukan.

Jawa Pos Radar Lawu - Berolahraga dalam kondisi perut kosong atau sebelum sarapan dinilai dapat meningkatkan pembakaran lemak.

Hal ini dijelaskan oleh Profesor nutrisi dan metabolisme Universitas Bath, Javier Gonzalez, yang menemukan bahwa tubuh cenderung menggunakan lebih banyak lemak sebagai sumber energi setelah berpuasa semalaman.

Menurut Gonzalez, “Saat berolahraga, tubuh menggunakan campuran karbohidrat dan lemak sebagai bahan bakar.”

Namun, ketika seseorang belum makan, proporsi lemak yang dibakar menjadi lebih tinggi dibandingkan jika berlatih setelah sarapan, terutama bila sarapan tersebut tinggi karbohidrat.

Kondisi ini membuat otot lebih sensitif terhadap latihan dan membantu tubuh mengelola lonjakan gula darah yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman.

Latihan dalam keadaan puasa juga mendorong otot mengambil glukosa langsung dari aliran darah, sehingga kadar gula darah lebih stabil setelah makan.

Meski demikian, Gonzalez menegaskan bahwa pembakaran lemak yang lebih tinggi saat latihan bukan berarti otomatis menghasilkan penurunan berat badan yang lebih cepat.

Tubuh dapat menyimpan energi berlebih dalam bentuk lemak, apa pun jenis makanannya.

Manfaat ini paling terasa pada latihan ketahanan seperti berlari ringan atau bersepeda.

Untuk latihan intensitas tinggi seperti sprint, tubuh tetap lebih mengandalkan karbohidrat sebagai bahan bakar utama.

Untuk benar-benar mengurangi lemak tubuh, yang dibutuhkan adalah defisit energi, yaitu kondisi ketika tubuh membakar lebih banyak kalori daripada yang dikonsumsi.

Tanpa defisit energi, olahraga saat perut kosong atau setelah makan akan memberikan hasil yang hampir sama dalam jangka panjang.

Gonzalez juga menekankan bahwa keuntungan berolahraga sebelum sarapan sebenarnya tidak terlalu besar.

Yang terpenting adalah konsistensi.

Latihan ringan selama 15–20 menit setiap hari, baik sebelum maupun sesudah makan, sudah cukup memberikan manfaat kesehatan yang berarti.

Jika selama latihan muncul rasa pusing atau tubuh terasa sangat ringan, itu tanda tubuh kekurangan energi.

Disarankan untuk beristirahat, makan sedikit, lalu melanjutkan latihan setelah kondisi membaik. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#sarapan #olahraga sehat #olahraga di rumah