Jawa Pos Radar Lawu - Beberapa waktu belakangan suhu di berbagai wilayah Indonesia terasa semakin panas.
Bahkan di beberapa kota ada yang suhu panasnya hampir 40 derajat celcius pada siang hari.
Sebagian besar warga mengeluhkan suhu yang panas ekstrem bahkan sejak pagi hingga malam hari.
BMKG akhirnya buka suara mengungkapkan penyebab suhu panas ekstrem yang terjadi belakangan ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa meningkatnya suhu udara di sejumlah daerah disebabkan oleh posisi semu matahari yang kini berada di sekitar wilayah ekuator atau khatulistiwa.
Kondisi ini menyebabkan intensitas sinar matahari yang diterima permukaan bumi menjadi lebih tinggi.
Selain itu, minimnya awan dan curah hujan juga membuat panas matahari langsung menyentuh permukaan tanah tanpa halangan.
“Fenomena ini wajar terjadi setiap tahun, terutama pada periode peralihan musim dari kemarau ke penghujan,” ujar Deputi Bidang Meteorologi BMKG, dikutip dari laman resminya, Sabtu (18/10/2025).
Suhu udara yang tinggi juga bisa mempengaruhi emosi dan Kesehatan mental.
Saat suhu lingkungan meningkat, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu tetap stabil.
Upaya ini menguras energi dan bisa meningkatkan kadar hormon stres, seperti kortisol.
Dokter Santi Yuliani, M.Sc.,Sp.KJ seorang psikiater menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda diri.
Mulai stres akibat panas, seperti mudah tersinggung, sulit fokus, atau merasa gelisah tanpa sebab.
“Kalau udah mulai kesel atau gelisah, ambil jeda sebentar, tarik napas dalam, minum air putih, atau cari tempat adem,” sarannya dilansir dari Kompas.com.
“Kalau lagi di jalan dan kena macet, coba putar musik yang menenangkan atau podcast yang bikin rileks. Dan atur jadwal supaya nggak terlalu banyak aktivitas pas jam-jam panas terik,” jelas Dokter Santi.
Selain itu, menjaga rutinitas sehat juga penting untuk menstabilkan emosi.(*)
Editor : Riana M.