Jawa Pos Radar Lawu – Kadang tanpa sadar kita sudah menghabiskan sebungkus camilan padahal sedang tidak merasa lapar.
Atau tanpa sengaja menambah porsi makan saat menonton serial favorit.
Kebiasaah makan tanpa sadar ini bisa jadi kamu sedang mengalami mindless eating.
Apa itu Mindless Eating?
Mindless eating adalah kebalikan dari mindful eating.
Istilah ini mengacu pada kebiasaan makan yang kamu lakukan secara tidak sadar, bahkan ketika kamu tidak merasa lapar.
Atau juga kebiasaan makan saat sedang terdistraksi atau makan sebagai respons terhadap emosi yang kuat.
Perbedaan Mindless Eating dan Mindful Eating
Mindless eating adalah makan sambil terdistraksi.
Kita semua pernah melakukannya. Saat sedang sibuk, naluri multitasking sering muncul, dan makan menjadi aktivitas sambilan.
Kebiasaan ini punya konsekuensi buruk. “Mindless eating dapat menyebabkan makan berlebihan karena kamu tidak memperhatikan sinyal lapar,” kata James Rouche, Ahli Gizi Terdaftar di St. Mary’s Medical Center dilansir dari intermountainhealthcare.org.
Sebaliknya, mindful eating adalah makan dengan penuh perhatian, tanpa gangguan.
Ini berarti benar-benar terlibat dengan pengalaman makan, memperhatikan rasa, aroma, dan tekstur makanan.
Kebiasaan ini membuatmu lebih cenderung memilih makanan sehat dan makan secukupnya hingga kenyang.
Hasilnya, energi tubuh lebih stabil dan konsentrasi meningkat.
Mengapa Mindless Eating Buruk?
Mindless eating dapat membuat kamu mengonsumsi lebih banyak makanan daripada yang sebenarnya kamu inginkan.
Seiring waktu, ini dapat menyebabkan kelebihan berat badan atau obesitas.
Obesitas sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, obstructive sleep apnea, penyakit jantung, penyakit hati hingga penyakit ginjal.
Lebih dari itu, kebiasaan mindless eating ini justru bisa membuat tubuhmu tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
Tips untuk Mindful Eating
- Makan dengan perlahan
Kamu mungkin tidak langsung merasa kenyang setelah makan.
Faktanya, butuh waktu hingga 20 menit sebelum rasa kenyang muncul.
- Ingatkan diri untuk memperlambat saat makan.
Kunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh. Kamu mungkin akan merasa kenyang sebelum makanan di piring habis.
- Perhatikan perasaanmu
Saat sedang makan, cobalah untuk mengelola emosimu. Makan bisa menjadi cara untuk mengelola emosi yang intens.
Saat ini terjadi, coba tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu benar-benar sedang lapar, atau sebenarnya kamu makan karena merasa sedih, gugup, atau bosan?
- Hilangkan gangguan atau distraksi
Jangan menghadirkan distraksi lain saat sedang makan. Coba hindari makan di depan layar seperti TV, ponsel, atau tablet.
Kapan Harus ke Dokter?
Mindless eating kadang muncul bukan karena perasaan yang muncul secara tidak sadar, melainkan gejala dari kondisi lain, seperti depresi, kecemasan hingga stres.
Jika kamu merasa sering makan sebagai respons terhadap emosi atau stres, konsultasikan dengan dokter.
Jika penyebabnya adalah kecemasan atau depresi, dokter dapat membantu memberikan penanganan yang sesuai.
Mindless eating mungkin terlihat sepele, tetapi dampaknya bisa meluas pada fisik dan mental.
Dengan kesadaran dan langkah yang tepat, kebiasaan ini bisa diubah menjadi pola makan yang lebih sehat dan penuh kendali, membuka jalan menuju tubuh yang bugar dan pikiran yang lebih jernih. (*)