Jawa Pos Radar Lawu – Era serba digital membuat ponsel pintar menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari manusia.
Tidak heran jika orang-orang betah berlama-lama berselancar pada gawainya. Inilah yang kemudian menimbulkan masalah serius bagi sebagian orang.
Rasa takut berlebihan ketika berjauhan dengan ponsel. Lima menit tanpa ponsel, orang akan merasakan cemas berlebih yang berujung pada masalah serius.
Kondisi ini dikenal sebagai Nomophobia atau No Mobile Phone Phobia, salah satu fobia modern yang kian marak di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi.
Nomophobia bukan sekadar rasa tidak nyaman saat ponsel tertinggal.
Kondisi ini dapat memicu kecemasan ekstrem, stres, bahkan gejala fisik seperti jantung berdebar, sesak napas, hingga pusing.
Jika tidak ditangani, nomophobia dapat mengganggu produktivitas, hubungan sosial, serta kesehatan mental secara keseluruhan.
Apa Itu Nomophobia?
Nomophobia adalah ketakutan irasional dan berlebihan terhadap ketidakmampuan menggunakan atau mengakses ponsel.
Penderitanya bisa merasa cemas, panik, hingga melakukan segala cara agar tetap berada dekat dengan perangkatnya.
Istilah ini berasal dari frasa No Mobile Phone Phobia dan kini diakui sebagai salah satu bentuk fobia spesifik.
Penyebab Nomophobia
Beberapa faktor yang memicu nomophobia antara lain:
- Ketergantungan pada teknologi dan keterhubungan sosial, yang membuat seseorang selalu ingin terhubung dengan informasi dan orang lain.
- Fobia sosial atau rasa takut kesepian, sehingga ponsel menjadi alat pelarian dari interaksi langsung.
- Pengalaman traumatis kehilangan ponsel sebelumnya.
- FOMO (Fear of Missing Out), yaitu ketakutan ketinggalan informasi atau tren terkini.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Penderita nomophobia dapat mengalami gejala emosional seperti rasa cemas, gelisah, dan panik saat jauh dari ponsel.
Selain itu, gejala fisik juga dapat muncul, meliputi sesak napas, jantung berdebar, berkeringat berlebihan, pusing atau ingin pingsan atau tremor (tubuh gemetar) juga perlu diwaspadai.
Dampak pada Kehidupan Sehari-hari
Nomophobia dapat menurunkan fokus, produktivitas, dan kualitas tidur. Dalam jangka panjang, ketergantungan pada ponsel juga bisa memperburuk kesehatan mental dan hubungan sosial.
Cara Mengatasi Nomophobia
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan nomophobia seperti membatasi diri dalam menggunakan ponsel secara bertahap.
Nikmati momen-momen yang kamu lakukan tanpa gawai dengan melakukan aktivitas seperti menekuni hobi atau aktivitas di luar ruangan.
Matikan ponsel setidaknya 1 jam sebelum tidur dan letakkan di luar jangkauan
Nomophobia adalah masalah kesehatan mental yang nyata dan perlu diwaspadai.
Mengenali gejala serta mengambil langkah penanganan sedini mungkin dapat membantu mengurangi ketergantungan berlebihan pada ponsel, sekaligus menjaga keseimbangan hidup di era digital ini. (*)
Editor : Riana M.