Jawa Pos Radar Lawu - Menstruasi yang datang terlambat sering membuat wanita bertanya-tanya: apakah ini tanda kehamilan?
Padahal, keterlambatan haid tidak selalu berarti sedang mengandung. Siklus menstruasi bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti stres, hormon, berat badan, hingga kondisi medis tertentu.
Untuk membantu Anda lebih memahami, berikut delapan penyebab umum haid datang terlambat selain kehamilan.
1. Stres Berkepanjangan
Stres adalah pemicu klasik gangguan siklus haid. Ketika Anda mengalami tekanan mental yang tinggi, tubuh melepaskan hormon kortisol yang bisa mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.
Jika stres berlangsung lama, bisa terjadi amenore atau haid berhenti total. Relaksasi, olahraga ringan, dan tidur cukup bisa membantu memperbaiki siklus.
2. Gangguan Tiroid
Tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) atau kurang aktif (hipotiroid) dapat memengaruhi frekuensi dan volume menstruasi.
Gangguan ini bisa menyebabkan haid sangat jarang, sangat deras, atau tidak datang sama sekali. Tes darah dapat mengidentifikasi ketidakseimbangan tiroid sebagai penyebab haid terlambat.
3. Olahraga Terlalu Berat
Aktivitas fisik intens seperti latihan atletik, lari maraton, atau olahraga berlebihan bisa menyebabkan tubuh menekan ovulasi sebagai bentuk “penghematan energi”.
Ini kerap dialami atlet perempuan atau mereka yang sedang dalam program penurunan berat badan ekstrem.
4. Berat Badan Tidak Stabil
Kekurangan atau kelebihan berat badan sama-sama bisa mengacaukan hormon reproduksi.
Berat badan terlalu rendah dapat menghambat produksi estrogen, sedangkan obesitas bisa menyebabkan dominasi estrogen. Keduanya berdampak langsung pada keteraturan haid.
5. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS adalah kondisi hormonal di mana tubuh wanita memproduksi androgen secara berlebihan.
Akibatnya, ovulasi tidak terjadi secara teratur, dan haid pun bisa telat atau tidak datang sama sekali. PCOS juga bisa menyebabkan jerawat parah, pertumbuhan rambut berlebih, dan kesulitan hamil.
6. Perimenopause
Wanita usia 35–45 tahun bisa mulai memasuki fase perimenopause, yakni masa transisi menuju menopause.
Hormon estrogen dan progesteron mulai fluktuatif, membuat siklus haid menjadi tidak menentu. Gejala lain yang muncul termasuk hot flashes, mood swing, dan gangguan tidur.
7. Penyakit Kronis
Penyakit seperti diabetes yang tidak terkontrol atau celiac disease bisa mengganggu siklus haid.
Diabetes memengaruhi metabolisme hormon, sedangkan celiac disease memicu inflamasi usus yang mengganggu penyerapan nutrisi penting bagi hormon.
8. Alat Kontrasepsi Hormonal
Penggunaan pil KB, suntik, implan, atau IUD hormonal bisa menunda haid atau membuatnya tidak datang sama sekali.
Hal ini normal, tetapi jika siklus tidak kembali dalam 3 bulan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi, sebaiknya konsultasikan ke dokter. (cor)
Editor : Andi Chorniawan