Jawa Pos Radar Lawu – Anak demam atau flu bisa bikin orang tua panik, apalagi jika si kecil jadi rewel, lesu, atau susah makan.
Tapi jangan buru-buru kasih antibiotik, karena flu umumnya disebabkan oleh virus.
Perawatan yang tepat di rumah bisa sangat membantu pemulihan anak—tanpa efek samping berlebihan.
Dikutip dari Healthline dan ChildrensColorado.org, kunci merawat flu dan demam anak ada pada kombinasi: hidrasi yang cukup, istirahat optimal, pemilihan obat yang aman, dan perawatan alami yang tepat.
Yuk, pahami langkah-langkahnya agar orang tua bisa lebih percaya diri dalam menangani buah hati saat sakit.
1. Pastikan Anak Terhidrasi dengan Baik
Cairan sangat penting saat anak demam. Suhu tubuh tinggi menyebabkan kehilangan cairan lebih cepat lewat keringat dan napas.
Istirahat adalah obat terbaik. Anak yang cukup tidur akan pulih lebih cepat karena sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik saat tidur.
Pastikan kamar tenang dan sejuk, jauh dari suara bising.
Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara dan melegakan pernapasan.
3. Gunakan Obat Penurun Demam dengan Bijak
Obat bukan jalan utama—hanya diberikan jika suhu tubuh di atas 39°C atau anak sangat tidak nyaman.
Rekomendasi aman:
Paracetamol (acetaminophen) untuk anak segala usia
Ibuprofen untuk anak usia di atas 6 bulan
Jangan beri aspirin, karena berisiko menyebabkan sindrom Reye, kondisi serius pada hati dan otak.
Jika suhu masih tinggi meski sudah minum obat:
Gunakan kompres hangat di dahi, ketiak, atau paha.
Mandikan anak dengan air hangat (bukan dingin!) agar suhu tubuh turun secara alami.
Hindari air dingin karena bisa menyebabkan menggigil dan memperparah kondisi.
5. Jaga Asupan Gizi dengan Makanan Ringan dan Bergizi
Anak flu sering kehilangan nafsu makan. Jangan dipaksa makan berat. Coba tawarkan:
Sup kaldu hangat
Bubur atau nasi tim
Buah lunak seperti pisang, apel kukus, atau pir
Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala berikut:
Demam lebih dari 3 hari tanpa penurunan
Anak tampak lemas ekstrem atau susah dibangunkan
Kesulitan bernapas
Ruam tak biasa atau leher kaku
Muntah terus-menerus atau kejang
Lebih baik waspada daripada menyesal. Dokter bisa memberikan penanganan tepat jika muncul komplikasi serius. (cor)
Editor : Andi Chorniawan