Jawa Pos Radar Lawu – Sudah menghitung kalori dengan cermat, tapi berat badan tetap stagnan? Kamu tidak sendiri.
Banyak orang mengalami hal serupa dan merasa frustrasi karena merasa sudah disiplin menjalani diet.
Padahal, menghitung kalori hanyalah satu bagian dari proses. Tanpa disadari, ada beberapa kebiasaan harian yang justru menyabotase usaha penurunan berat badan, meski asupan kalori sudah terkontrol.
Berikut 7 kebiasaan umum yang bisa menghambat penurunan berat badan, meski kalori sudah dihitung.
1. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan "Zero Calorie"
Makanan nol kalori kerap mengandung pemanis buatan atau zat aditif. Walaupun tidak menyumbang kalori signifikan, bahan ini bisa memicu rasa lapar berlebihan dan justru membuat kamu makan lebih banyak.
Tidur yang tidak cukup akan mengacaukan hormon leptin dan ghrelin yang mengatur rasa kenyang dan lapar.
Akibatnya, kamu jadi sering lapar, mudah tergoda camilan, dan akhirnya gagal mempertahankan defisit kalori.
Jadi, jangan anggap remeh tidur. Minimal 7 jam per malam adalah kunci agar hormon tetap seimbang.
3. Salah Hitung Kalori dari Olahraga
Banyak orang melebih-lebihkan jumlah kalori yang terbakar saat olahraga. Misalnya, setelah jogging 30 menit, langsung merasa boleh makan kue cokelat atau bubble tea sebagai hadiah.
Padahal, camilan setelah olahraga bisa langsung menutupi defisit kalori, dan bahkan bisa membuat total kalori harianmu surplus tanpa disadari.
4. Melewatkan Waktu Makan, Terutama Sarapan
Tidak makan pagi dengan alasan menghemat kalori justru memperlambat metabolisme. Tubuh masuk mode hemat energi dan membuat kamu lebih gampang lapar di siang hari.
Baca Juga: Mata Sering Lelah? Ini 6 Makanan Super yang Bantu Jaga Penglihatan Tetap Tajam
Akibatnya, kamu bisa makan lebih banyak dari biasanya di malam hari atau ngemil berlebihan.
5. Terlalu Terpaku pada Timbangan
Berat badan mungkin tidak turun, tapi bisa jadi lemakmu berkurang dan otot bertambah. Timbangan hanya mengukur total massa tubuh, bukan komposisi tubuh.
Sebagai gantinya, perhatikan indikator lain seperti:
Ukuran lingkar pinggang
Baju jadi lebih longgar
Energi harian meningkat
6. Kalori Tersembunyi dari Minuman
Jus buah, kopi susu kekinian, atau minuman isotonik bisa mengandung kalori tinggi yang tidak memberikan rasa kenyang. Satu gelas bisa setara dengan seporsi nasi.
Cobalah pilih air putih, infused water, atau teh tanpa gula sebagai pengganti minuman tinggi kalori.
7. Kualitas Kalori Tidak Diperhatikan
Kalori dari keripik, mie instan, atau makanan ultra-proses berbeda efeknya dibanding kalori dari sayur, buah, dan protein berkualitas
Makanan olahan tinggi gula dan garam cepat meningkatkan gula darah dan tidak memberi rasa kenyang bertahan lama.
Fokuslah pada makanan utuh, segar, dan bernutrisi tinggi agar tubuh mendapat gizi seimbang yang membantu menurunkan berat badan dengan sehat. (cor)
Editor : Andi Chorniawan