Jawa Pos Radar Madiun – Diet telur rebus belakangan kembali viral karena dianggap mampu menurunkan berat badan dengan cepat tanpa olahraga berat.
Tapi, benarkah metode ini aman dan efektif untuk dijalankan?
Seperti namanya, diet ini mengandalkan telur rebus sebagai makanan utama, dikombinasikan dengan sayuran dan buah tertentu.
Diet ini tergolong rendah kalori dan rendah karbohidrat, dan biasanya dilakukan dalam jangka pendek selama 1–2 minggu.
Apa Itu Diet Telur Rebus?
Diet telur rebus adalah pola makan ketat yang fokus pada konsumsi 2–3 butir telur rebus per hari.
Menu ini dilengkapi dengan sayuran hijau dan buah rendah gula seperti jeruk bali atau beri.
Diet ini populer karena dianggap bisa memberi hasil cepat tanpa banyak proses masak.
Beberapa selebritas Hollywood juga dikabarkan pernah mencobanya sebagai metode diet kilat jelang syuting atau acara penting.
Manfaat Diet Telur Rebus
Meski belum ada bukti ilmiah kuat soal efektivitas jangka panjangnya, pola makan ini tetap menawarkan sejumlah manfaat:
Tinggi protein, rendah kalori: Membantu pembentukan defisit kalori harian
Meningkatkan rasa kenyang: Telur memberi efek kenyang lebih lama
Kaya nutrisi penting: Seperti kolin, vitamin D, dan asam amino esensial
Mudah dipraktikkan: Bahan simpel, tidak ribet dimasak
Namun, penting dicatat bahwa telur bukan makanan “ajaib” pembakar lemak, melainkan hanya salah satu dari banyak sumber protein sehat.
Contoh Menu Diet Telur Rebus
Sarapan: 2–3 telur rebus + tomat + jeruk bali
Makan siang: Dada ayam panggang + bayam dan brokoli
Makan malam: Ikan kukus + salad sayur + lemon
Minuman yang dianjurkan: Air putih, teh tawar, atau kopi hitam tanpa gula.
Camilan dilarang, dan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi seperti roti, pasta, kentang, serta buah manis seperti mangga dan pisang harus dihindari.
Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi
Boleh Dikonsumsi:
Telur rebus, daging tanpa lemak (ikan, ayam tanpa kulit)
Sayur non-tepung: bayam, kale, timun
Buah rendah gula: lemon, beri, jeruk bali
Air putih, teh tanpa gula, kopi hitam
Tidak Boleh Dikonsumsi:
Nasi, roti, pasta, kentang, jagun, pisang, mangga, buah kering
Makanan/minuman olahan dan manis
Risiko dan Efek Samping Diet Telur Rebus
Meski hasilnya bisa cepat, diet ini bukan tanpa risiko. Berikut beberapa efek samping yang harus dipertimbangkan:
Kekurangan serat: Bisa menyebabkan sembelit karena tidak ada biji-bijian
Kadar kolesterol tinggi: Telur tinggi kolesterol (186 mg/butir), konsultasikan dulu jika punya riwayat kolesterol
Defisiensi gizi: Diet ini sangat membatasi variasi makanan
Berat badan mudah naik kembali: Jika tidak dilanjutkan dengan pola makan sehat setelahnya. (cor)
Editor : Andi Chorniawan