5 Orang Ini Sebaiknya Tidak Makan Nanas, Salah Satunya Penderita GERD

Yunita Tri Desianti • Dipublikasikan Jumat, 11 Juli 2025 | 18:53 WIB
Ilustrasi tidak semua orang boleh makan nanas.
Ilustrasi tidak semua orang boleh makan nanas.

Jawa Pos Radar Lawu – Buah nanas dikenal sebagai sumber vitamin C yang sangat tinggi, bahkan satu cangkirnya dapat memenuhi hampir seluruh kebutuhan harian vitamin C orang dewasa.

Kandungan ini penting untuk meningkatkan sistem imun, mendukung pembentukan kolagen, mempercepat penyembuhan luka, dan membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Namun, meski memiliki banyak manfaat, konsumsi nanas tidak disarankan bagi semua orang.

Beberapa individu dengan kondisi kesehatan tertentu justru dianjurkan untuk membatasi, atau bahkan menghindari, buah tropis ini.

Berikut ini 5 golongan orang yang sebaiknya berhati-hati terhadap konsumsi nanas.

1. Penderita Diabetes

Kandungan gula alami dalam nanas tergolong tinggi. Satu porsi nanas dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah jika dikonsumsi tanpa pengawasan.

Oleh karena itu, penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi nanas dalam porsi kecil dan sebaiknya dikombinasikan dengan makanan tinggi serat atau protein guna menstabilkan kadar glukosa dalam darah.

2. Pengidap Alergi Bromelain

Nanas mengandung enzim bromelain yang membantu proses pencernaan, namun bagi sebagian orang dapat menimbulkan reaksi alergi.

Gejala alergi termasuk ruam, gatal-gatal, pembengkakan, hingga sesak napas. Jika mengalami gejala tersebut usai mengonsumsi nanas, segera hentikan dan periksa ke dokter.

3. Penderita GERD atau Asam Lambung Tinggi

Asam dari buah nanas dapat memperparah gejala gastroesophageal reflux disease (GERD) atau naiknya asam lambung.

Gejala seperti nyeri dada, panas di perut, dan rasa asam di tenggorokan bisa semakin memburuk setelah mengonsumsi nanas.

Bagi penderita GERD, sebaiknya hindari buah ini atau konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

4. Pasien yang Mengonsumsi Obat Tertentu

Bromelain dalam nanas dapat berinteraksi dengan sejumlah jenis obat, termasuk antibiotik (seperti amoksisilin dan tetrasiklin) serta antikoagulan (pengencer darah).

Interaksi ini bisa memperkuat atau malah menghambat efektivitas obat. Jika Anda sedang menjalani terapi pengobatan, konsultasi dengan tenaga medis sangat dianjurkan sebelum rutin mengonsumsi nanas.

5. Ibu Hamil

Meski tidak sepenuhnya dilarang, ibu hamil – terutama pada trimester pertama – disarankan membatasi konsumsi nanas.

Beberapa penelitian menyebut bromelain dalam jumlah besar berpotensi memicu kontraksi rahim.

Untuk mencegah komplikasi, konsumsilah dalam porsi kecil dan pastikan tubuh tidak mengalami reaksi sensitif. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
Sumber : Radar Lawu
nanas penderita gerd hindari diabetes ibu hamil