Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Suka Makan Daging Setiap Hari? Hati-Hati 4 Masalah Serius Ini Bisa Mengintai, Salah Satunya Kanker

Yunita Tri Desianti • Minggu, 6 Juli 2025 | 19:45 WIB
Ilustrasi makan daging berlebihan punya risiko kesehatan.
Ilustrasi makan daging berlebihan punya risiko kesehatan.

Jawa Pos Radar Lawu – Daging memang menggoda. Baik disajikan dalam bentuk steak empuk, sate bakar, atau rendang bumbu rempah, cita rasa gurih dari daging seringkali sulit ditolak.

Namun, di balik kelezatan tersebut, konsumsi daging yang berlebihan justru bisa membawa risiko serius bagi kesehatan.

Terutama daging merah dan olahan seperti sosis, bacon, hingga kornet, makanan ini terbukti memiliki efek negatif jika disantap terlalu sering.

Tanpa diimbangi pola makan sehat, daging bisa menjadi pemicu sejumlah penyakit kronis yang mengintai diam-diam.

1. Risiko Penyakit Jantung Meningkat Drastis

Lemak jenuh dan kolesterol dalam daging merah adalah kombinasi yang bisa mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah.

Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan penyumbatan arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung.

2. Sistem Pencernaan Jadi Terganggu

Daging, terutama yang rendah serat, membutuhkan waktu lama untuk dicerna tubuh.

Tanpa asupan sayur dan buah yang cukup, proses pencernaan bisa terganggu, memicu sembelit, perut kembung, dan bahkan gejala gastritis.

3. Meningkatkan Risiko Kanker Kolorektal

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa daging olahan tergolong sebagai karsinogen kelompok 1, artinya terbukti secara ilmiah dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Konsumsi rutin daging olahan sebanyak 50 gram per hari dapat meningkatkan risiko kanker usus besar hingga 18 persen.

Hal ini dipicu oleh senyawa nitrit dan amina heterosiklik yang terbentuk selama proses pengolahan dan pemasakan pada suhu tinggi.

Untuk mengurangi risiko, sebaiknya batasi konsumsi daging olahan dan pilih sumber protein lain seperti ikan, tempe, atau kacang-kacangan.

4. Pemicu Berat Badan Naik dan Resistensi Insulin

Daging berlemak tinggi juga berperan dalam peningkatan berat badan secara perlahan.

Kandungan kalori yang tinggi, terutama jika diolah dengan cara digoreng atau dibumbui berlebih, dapat memicu obesitas dan gangguan metabolik seperti resistensi insulin, faktor utama dalam diabetes tipe 2.

Tanpa kontrol porsi dan pola makan seimbang, konsumsi daging bisa berubah dari sumber nutrisi menjadi bumerang yang merusak sistem metabolisme tubuh.

Tips Aman Menikmati Daging Tanpa Risiko

Meskipun berisiko, bukan berarti daging harus dihindari sepenuhnya. Yang dibutuhkan adalah kontrol porsi dan metode pengolahan yang tepat.

Pilih daging tanpa lemak atau potongan daging yang lebih ramping.

Selalu imbangi konsumsi daging dengan sayur dan buah tinggi serat.

Gunakan metode masak sehat seperti kukus, panggang, atau rebus.

Hindari daging goreng dan produk olahan dengan pengawet tinggi.

Dengan memahami risikonya dan menerapkan pola makan seimbang, kamu tetap bisa menikmati kelezatan daging tanpa mengorbankan kesehatan. (cor)

Editor : Andi Chorniawan
#daging #penyakit #makan #risiko #pencernaan #bahaya #kanker