Jawa Pos Radar Lawu - Keju, makanan olahan susu yang disukai banyak orang, tak hanya lezat tapi juga kaya nutrisi.
Namun, sering muncul pertanyaan: bolehkah bayi makan keju? Jawabannya, ya!
Bayi dapat mulai mengonsumsi keju sebagai finger food sejak usia 8-10 bulan.
Penting untuk memilih keju yang rendah garam dan memang diformulasikan atau direkomendasikan untuk bayi.
Kandungan Gizi dalam Keju
Dalam setiap 100 gram keju, Anda bisa menemukan beragam nutrisi penting yang menunjang kesehatan tubuh. Berikut adalah rinciannya:
-
Kalori: 326 kkal, memberikan energi yang cukup.
-
Protein: 22,8 gram, esensial untuk pertumbuhan dan perbaikan sel.
-
Lemak: 20,3 gram, sumber energi dan membantu penyerapan vitamin.
-
Karbohidrat: 13 gram, sebagai sumber energi utama.
-
Kalsium: 777 mg, sangat vital untuk kesehatan tulang dan gigi yang kuat.
-
Fosfor: 338 mg, bekerja sama dengan kalsium untuk kesehatan tulang.
-
Zat Besi: 1,5 mg, penting untuk pembentukan sel darah merah.
-
Vitamin A: 227 mcg, baik untuk penglihatan dan sistem imun.
-
Beta-karoten: 128 mcg, antioksidan yang juga merupakan prekursor Vitamin A.
-
Natrium dan Kalium: Jumlahnya bervariasi tergantung jenis keju, berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Dengan kandungan nutrisi yang melimpah ini, tidak heran keju memiliki segudang manfaat bagi tubuh, tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga untuk si kecil.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Potong Rambut saat Hamil Bisa Bikin Bayi Rewel dan Sial?
Manfaat Keju untuk Kesehatan
Keju tidak hanya enak, tetapi juga membawa banyak manfaat kesehatan:
-
Mendukung Kesehatan Tulang dan Gigi: Kandungan kalsium dan fosfor yang tinggi membuat keju sangat baik untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi yang kuat, terutama pada masa pertumbuhan bayi.
-
Baik untuk Otak: Nutrisi dalam keju, termasuk protein dan lemak sehat, mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitif.
-
Meningkatkan Mood: Beberapa studi menunjukkan bahwa asam amino dalam keju dapat berkontribusi pada produksi serotonin, hormon yang dikenal sebagai peningkat suasana hati.
-
Sumber Energi: Dengan kandungan kalori, lemak, dan karbohidrat, keju menyediakan energi yang diperlukan untuk aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Bayi Tabung dan Krisis Genetik: Benarkah Laki-Laki Bisa Punah? Begini Fakta Sebenarnya!
Tips Memilih Keju untuk Bayi dan Keluarga
Agar manfaat keju maksimal, perhatikan beberapa hal saat memilih:
-
Rendah Sodium (Garam): Ini sangat penting, terutama untuk bayi, karena ginjal mereka belum sepenuhnya berkembang untuk memproses natrium dalam jumlah besar.
-
Mengandung Probiotik Alami: Beberapa jenis keju mengandung bakteri baik (probiotik) yang dapat mendukung kesehatan pencernaan.
-
Kualitas Tinggi: Pilih keju dari merek terpercaya yang terbuat dari bahan-bahan berkualitas.
Keju adalah makanan serbaguna yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat manfaat untuk kesehatan tulang, gigi, otak, bahkan suasana hati.
Asalkan dikonsumsi dalam batas wajar dan dengan pilihan yang tepat (terutama untuk bayi), keju bisa menjadi bagian yang lezat dan bergizi dari pola makan sehat untuk seluruh anggota keluarga.
Jadi, jangan ragu untuk menambahkan keju ke dalam menu Anda dan si kecil, tentunya dengan pertimbangan yang cermat. (fin)