Jawa Pos Radar Lawu - Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum dialami banyak orang, baik remaja maupun dewasa. Banyak orang yang berpikir bahwa semakin sering mencuci muka, maka jerawat akan semakin cepat hilang.
Namun, benarkah demikian? Ternyata, menurut para ahli dermatologi, kebiasaan mencuci muka yang salah justru bisa memperparah kondisi kulit.
Cuci Muka Dua Kali Sehari: Wajib Pagi dan Malam
Menurut para ahli kulit, frekuensi terbaik mencuci wajah adalah dua kali sehari, yakni:
• Pagi hari, untuk menghilangkan minyak alami yang diproduksi saat tidur, serta keringat atau sisa produk perawatan malam sebelumnya.
• Malam hari, setelah seharian wajah terpapar polusi, kotoran, minyak, dan makeup.
Membersihkan wajah di malam hari adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan.
Penumpukan kotoran yang tidak dibersihkan akan menyumbat pori-pori dan memicu peradangan, yang pada akhirnya memperparah jerawat.
Boleh Tambah Sekali Lagi Jika Berkeringat Berlebihan
Selain pagi dan malam, kamu disarankan menambah satu kali cuci muka jika wajahmu berkeringat berlebihan, seperti setelah:
• Olahraga
• Beraktivitas di luar ruangan
• Cuaca sangat panas dan lembap
Mengapa? Karena keringat yang bercampur dengan minyak dan debu bisa menyumbat pori-pori, dan menjadi pemicu jerawat baru jika dibiarkan menempel terlalu lama.
Jangan Cuci Wajah Terlalu Sering, Bisa Merusak Skin Barrier
Salah satu kesalahan umum yang sering dilakukan orang yang sedang berjerawat adalah mencuci muka terlalu sering, bahkan hingga 4–5 kali sehari.
Hal ini justru kontraproduktif karena:
• Mengikis minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung kulit.
• Menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, bahkan memicu lebih banyak minyak (sebum) karena tubuh mencoba menyeimbangkan kekeringan tersebut.
• Memicu reaksi beruntusan dan memperparah inflamasi di wajah.
Ingat: Jerawat tidak disebabkan oleh kotoran saja. Faktor hormon, stres, makanan, hingga penggunaan produk yang tidak cocok juga berperan besar.
Gunakan Pembersih Wajah Khusus Kulit Berjerawat
Frekuensi mencuci muka juga harus diiringi dengan pemilihan produk pembersih yang tepat. Hindari sabun wajah yang mengandung:
• Alkohol berlebih
• Scrub kasar
• Pewangi sintetis
Sebaliknya, pilih produk pembersih yang mengandung:
• Asam salisilat (salicylic acid): membantu mengangkat sel kulit mati dan membuka pori-pori.
• Benzoyl peroxide: membunuh bakteri penyebab jerawat.
• Niacinamide: menenangkan kulit dan mengurangi kemerahan.
Pilihlah pembersih wajah dengan tekstur lembut dan bebas sabun keras agar tidak membuat kulit makin sensitif.
Tips Tambahan Merawat Wajah Berjerawat
1. Jangan sentuh wajah terlalu sering. Tangan bisa membawa bakteri yang memperparah jerawat.
2. Hindari memencet jerawat. Bisa menyebabkan infeksi atau bekas luka permanen.
3. Gunakan pelembap non-komedogenik. Kulit berjerawat tetap membutuhkan hidrasi.
4. Gunakan tabir surya setiap pagi. Paparan sinar UV bisa memperparah inflamasi.
5. Jangan gonta-ganti produk terlalu sering. Beri waktu minimal 2–4 minggu untuk melihat efeknya.
Mencuci wajah saat berjerawat tidak bisa dilakukan sembarangan. Idealnya, lakukan dua kali sehari, dan boleh ditambah satu kali lagi jika wajah berkeringat.
Terlalu sering mencuci muka justru akan merusak skin barrier dan memperparah kondisi jerawat.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan produk pembersih yang digunakan, serta menjaga gaya hidup dan pola makan sehat.
Ingat, jerawat bukan sekadar masalah kebersihan, tapi juga sinyal bahwa kulit kita sedang membutuhkan perhatian ekstra.
Dengan kebiasaan yang benar dan konsisten, kulit yang berjerawat pun bisa pulih dan kembali sehat. (*)
Editor : Riana M.