Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Tips Diet Intermittent Fasting untuk Pemula, Kenali Jenis dan Panduan Cara Sehat Melakukanya

Davita Dyah Ayu • Selasa, 21 Januari 2025 | 02:38 WIB
Ilustrasi waktu diet sehat
Ilustrasi waktu diet sehat

Jawa Pos Radar Lawu - Diet intermittent fasting (IF) tetap menjadi salah satu metode diet yang populer hingga saat ini. 

Berbeda dengan diet lainnya, diet intermittent fasting tidak berfokus pada jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi pada pengaturan waktu makan.

Metode ini membagi hari menjadi waktu makan dan puasa, sehingga pola makan menjadi lebih terstruktur.

Selain membantu pengelolaan berat badan, diet IF yang dilakukan dengan benar dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan seperti meningkatkan metabolisme tubuh, menurunkan risiko penyakit kronis, dan mendukung regenerasi sel tubuh.

Namun, penting bagi pemula untuk memahami dasar-dasar metode ini dan melakukannya secara bertahap agar tetap sehat dan aman.

Jenis-jenis Metode Intermittent Fasting

  1. Puasa 12 Jam Sehari

Ada berbagai metode diet intermittent fasting yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Salah satunya adalah puasa selama 12 jam setiap hari, di mana kamu berpuasa selama setengah hari dan makan seperti biasa di waktu sisanya.

Metode ini sangat cocok untuk pemula karena waktu puasanya relatif singkat dan serupa dengan puasa Ramadan.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa puasa selama 10–16 jam dapat memicu tubuh untuk menggunakan lemak cadangan sebagai energi, sehingga membantu menurunkan berat badan.

  1. Puasa 16 Jam (metode 16:8)

Metode lain yang lebih intens adalah puasa 16 jam, atau dikenal juga sebagai metode 16:8.

Dalam metode ini, kamu berpuasa selama 16 jam dan hanya makan dalam jendela waktu 8 jam.

Bagi wanita, disarankan untuk memulai dengan puasa 14 jam sebelum meningkatkan durasinya menjadi 16 jam.

Metode ini cocok untuk mereka yang sudah terbiasa dengan puasa 12 jam dan ingin mendapatkan manfaat lebih besar.

  1. Puasa 2 Hari Seminggu

Selanjutnya, ada metode 5:2, yang mengatur pola makan dengan makan seperti biasa selama lima hari dalam seminggu dan mengurangi asupan kalori di dua hari lainnya.

Pada hari-hari puasa, wanita biasanya hanya mengonsumsi 500 kalori, sedangkan pria 600 kalori.

Hari puasa dapat disesuaikan, misalnya dilakukan pada Senin dan Rabu, sehingga pola ini tetap fleksibel dan mudah diikuti.

  1. Puasa Selang Seling

Puasa selang-seling menjadi pilihan bagi mereka yang mencari tantangan lebih besar.

Dalam metode ini, kamu berpuasa setiap dua hari sekali. Pada hari puasa, kamu hanya mengonsumsi hingga 500 kalori atau bahkan tidak makan sama sekali.

Sedangkan di hari berikutnya, kamu bebas makan seperti biasa. Meskipun efektif untuk beberapa orang, metode ini tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka dengan kondisi medis tertentu.

  1. Puasa 24 Jam Sekali Seminggu (Eat – Stop – Eat)

Ada juga metode Eat-Stop-Eat, yang melibatkan puasa penuh selama 24 jam satu atau dua kali dalam seminggu.

Misalnya, kamu berpuasa dari sarapan pagi hingga sarapan pagi berikutnya atau dari makan siang ke makan siang keesokan harinya.

Di hari-hari lainnya, kamu kembali ke pola makan normal tanpa pembatasan jenis makanan.

Namun, metode ini cukup berat dan dapat menimbulkan efek samping seperti sakit kepala atau kelelahan, sehingga disarankan mencoba metode yang lebih ringan terlebih dahulu sebelum mencobanya.

Untuk pemula, memulai diet IF sebaiknya dilakukan secara bertahap.

Tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi, sehingga memulai dengan metode yang lebih ringan, seperti puasa 12 jam, adalah langkah yang bijak.

Selama menjalankan diet ini, penting untuk mendengarkan sinyal tubuh, memastikan asupan makanan bergizi, dan menghindari makan berlebihan di waktu makan.

Diet intermittent fasting tidak disarankan untuk ibu hamil atau menyusui, orang dengan riwayat gangguan makan, serta mereka yang memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes atau gangguan hormon.

Dengan pemahaman yang tepat dan pendekatan yang sehat, diet intermittent fasting dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung gaya hidup sehat sekaligus mencapai berat badan ideal. (*)

Editor : Riana M.
#Intermittent fasting #jenis makanan #puasa #Waktu Makan #metode diet