Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Remaja Wanita yang Alami Gejala PCOS Disarankan Terapi Pil KB, Amankah untuk Rahim?

Oktaviani Sindy • Selasa, 1 Oktober 2024 | 17:19 WIB
Kebanyak terjadi hampir pada setiap reproduksi wanita atau disebut sebagai PCOS, kini tenaga kesehatan menyarankan terapi pil KB. (Freepik)
Kebanyak terjadi hampir pada setiap reproduksi wanita atau disebut sebagai PCOS, kini tenaga kesehatan menyarankan terapi pil KB. (Freepik)

Jawa Pos Radar Lawu - Dalam konteks kesehatan reproduksi wanita, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan salah satu gangguan hormonal yang banyak dijumpai, terutama di kalangan remaja.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi subspesialis fertilitas endokrinologi dari RS Pondok Indah, Dr. Mila Maidarti, menekankan bahwa PCOS adalah kondisi yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, namun ada berbagai pilihan terapi yang dapat membantu mengelola gejalanya.

Salah satu alternatif terapi yang sering direkomendasikan adalah penggunaan pil kontrasepsi oral atau pil KB.

“Terapi pil KB ini tidak mengganggu kesuburan atau menyebabkan rahim kering,” jelas Dr. Mila saat menghadiri temu media di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, pil KB sangat cocok untuk remaja dengan PCOS yang tidak memiliki rencana untuk hamil.

Dr. Mila mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah remaja yang mengalami PCOS di seluruh dunia, dari 1990 hingga 2019, mencapai angka 32 juta. PCOS tidak hanya memengaruhi kesuburan tetapi juga memiliki dampak metabolik jangka panjang yang signifikan.

Oleh karena itu, selain pengobatan dengan pil KB, penting untuk melakukan modifikasi gaya hidup, terutama bagi remaja yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

“Perubahan gaya hidup termasuk olahraga dan penurunan berat badan melalui pembatasan kalori sangat dianjurkan,” tambahnya.

Terapi pil KB akan dihentikan apabila siklus menstruasi pasien sudah mengalami perbaikan dan gaya hidup mereka telah membaik.

Selain itu, Dr. Mila menggarisbawahi pentingnya bagi remaja dan wanita untuk mengenali tanda-tanda PCOS, sehingga mereka dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dari tenaga medis. Gejala umum PCOS antara lain:

- Menstruasi Tidak Teratur: Remaja yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur (oligomenorea) atau bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali (amenore) perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

- Hormon Androgen Tinggi: Peningkatan kadar hormon androgen dapat mengakibatkan pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh (hirsutisme), serta jerawat parah dan kebotakan.

- Obesitas: Gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan penumpukan lemak, yang berujung pada resistensi insulin dan gangguan fungsi ovarium.

Di sisi lain, Dr. Mila menegaskan, ada beberapa kondisi yang menjadi sinyal bagi remaja untuk berkonsultasi ke dokter, antara lain:

  1. Gangguan Menstruasi: Ketidakteraturan menstruasi perlu ditindaklanjuti.
  2. Kadar Hormon Androgen Tinggi: Gejala seperti hirsutisme dan jerawat parah harus diperhatikan.
  3. Obesitas: Obesitas sering kali menjadi penyebab utama munculnya PCOS.

Dengan penanganan yang tepat, termasuk terapi pil KB dan modifikasi gaya hidup, remaja dengan PCOS dapat mengelola gejala dan mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.

Sehingga, penting untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk langkah penanganan yang tepat. (okta)

Editor : Riana M.
#PCOS #gangguan hormonal #pil kb #terapi #kesehatan reproduksi wanita #remaja putri