Jawa Pos Radar Lawu – Merokok tidak hanya berbahaya bagi perokok itu sendiri, tetapi juga akan berdampak pada orang – orang disekitar. Terutama pada bayi dan anak-anak.
Asap rokok ini mengandung sekitar 4.000 bahan kimia yang banyak diantaranya bahan yang berbahaya. Dari bahan tersebut, kira-kira 50 bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker pada orang dewasa.
Bayi dan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, sehingga asap rokok lebih berbahaya apabila terhirup.
Meskipun menghirup asap rokok dalam waktu singkat saja bisa membahayakan bayi, apalagi kalau menghirupnya dalam jangka yang lama.
Hal ini buka tidak mungkin lagi jika anak dapat mengembangkan berbagai banayak penyakit, dan kemungkinan terburuknya kematian pada anak.
Bahaya Asap Rokok Bagi Anak:
- Bahaya asap rokok sebabkan asma
Asma terjadi ketika saluran udara kecil di paru-paru mengalami peradangan. Peradangan ini membuat saluran napas menjadi lebih sensitif terhadap pemicu. Ketika si kecil menghirup pemicunya, otot-otot di sekitar saluran napas akan menegang.
Jika hal ini terjadi, anak lebih sulit bernapas dan alhasil menyebabkan batuk-batuk, mengi, dan sesak dada. Nah, asap rokok adalah salah satu pemicu yang dapat menyebabkan asma kambuh pada anak. Bahan kimia dalam asap rokok meningkatkan frekuensi dan gejala yang lebih parah bagi anak yang mengidap asma.
- Infeksi saluran pernapasan
Bahaya asap rokok selanjutnya masih seputar masalah pernapasan. Menurut Environmental Protection Agency (EPA) paparan asap rokok meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan bagian bawah, seperti bronkitis dan pneumonia.
Hal ini karena asap rokok dapar merusak pertahanan alami tubuh, dalam melawan bakteri dan virus penyebab pneumonia dan bronkitis. Secara keseluruhan paparan asap rokok sejak dini, kemungkinan besar dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut pada anak.
- Gangguan Kognitif
Asap rokok tidak hanya mengganggu pernapasan pada anak, tetapi juga berpengaruh pada kemampuan belajar anak. Hal ini disebabkan karena rokok dapat menyebabkan neurotoksik pda tingkat yang sangat rendah. Neurotoksik sendiri merupakan zat yang menggagu sistem saraf pusat.
Neurotoksik sendiri merupakan zat yang mengganggu sistem saraf pusat. Lebih dari 21,9 juta anak berisiko kekurangan kemampuan membaca karena menjadi perokok pasif.
- Infeksi telinga bisa menjadi bahaya asap rokok
Infeksi telinga juga merupakan salah satu bahaya asap rokok yang umum terjadi pada anak-anak. Kondisi ini sering dikenal dengan penyakit telinga bagian tengah yang meliputi otitis media akut dan otitis media efusi.
Penyebabnya, asap rokok yang dihirup dapat mengiritasi tuba eustachius yaitu bagian yang menghubungkan bagian belakang hidung dengan telinga tengah. Sehingga, menyebabkan pembengkakan dan penyumbatan yang mengganggu pemerataan tekanan di telinga tengah. Alhasil menimbulkan rasa nyeri, kelebihan cairan, dan infeksi.
- Masalah Perilaku
Masalah perilaku akibat paparan asap rokok, dapat terjadi ketika bayi masih dalam kandungan. Ibu hamil yang tidak merokok tetapi menjadi perokok pasif, lebih mungkin melahirkan bayi yang memiliki ADHD dan gangguan perilaku.
Risiko ini umumnya lebih tinggi pada anak perempuan dibanding anak laki-laki. Namun, di sisi lain, anak laki-laki kemungkinan memiliki masalah perilaku yang lebih besar, seperti hiperaktif, agresi, depresi, dan masalah perilaku lainnya.
Tidak ada batas aman untuk merokok, baik bagi ibu hamil maupun orang dewasa lainnya. Anak-anak dan bayi dalam kandungan dapat mengalami gangguan kesehatan serius jika Anda mengabaikan bahaya yang ditimbulkan dari asap rokok ini.
Sebagian orang merasa mendapatkan kesenangan dari merokok, tetapi jangan biarkan kesenangan tersebut membahayakan keluarga tercinta di rumah yang terpapar asap rokok. (*)
Editor : Riana M.Sumber : berbagai sumber