Jawa Pos Radar Lawu – Meninggalkan hubungan yang sudah terjalin lama memang susah dan yang pasti sulit.
Namun jika didalam hubungan tersebut sudah anda tanda-tanda hubungan tidak sehat sebisa mungkin harus bisa keluar dari zona yang tidak nyaman.
Untuk menjaga kesehatan fisik dan juga mental. Seperti sekarang ini banyak kasus KDRT tetapi pasangan perempuan baik laki-laki mereka lebih memilih untuk menyembunyikan kasusnya.
Hal ini kadang yang membuat korban mengalami trauma bonding. Trauma Bonding adalah hubungan psikologis yang kompleks dengan seeorang yang menyebabkan kerugian psikologis , fisik atau seksusal.
Orang yang menjalin hubungan trauma biasanya tidak menyadari bahwa mereka sedang menjalin hubungan hingga ikatan tersebut begitu kuat sehingga sulit untuk di putus.
Dengan bantuan keluarga, teman, dan terapis mungkin untuk melepaskan diri dari ikatan trauma dan menyembuhkan.
Berikut cara memutuskan ikatan trauma:
- Mendidik diri sendiri : Pelajari apa itu trauma bonding. Mundurlah dan tanyakan pada diri sendiri apakah Anda mengenali tanda-tanda trauma dan kekerasan dalam hubungan Anda.
- Mencari dukungan : Jangkau teman dan orang terkasih yang dapat Anda ajak berbagi perasaan tanpa menghakimi atau memaksa. Jika Anda tidak memiliki seseorang untuk dimintai bantuan, hubungi saluran bantuan untuk meminta nasihat, termasuk Saluran Bantuan Love Is Respect di 1-866-331-9474.
- Mendapatkan konseling : Menyortir perasaan secara objektif bisa jadi sulit jika berada dalam hubungan yang beracun. Bekerja sama dengan terapis dapat membantu Anda mengidentifikasi perilaku yang membuat Anda rentan terhadap kekerasan sehingga Anda dapat mengambil langkah untuk mengubahnya.
- Menyusun rencana : Jika Anda berencana untuk mengakhiri hubungan, jangan melakukannya sendiri terutama jika ada ancaman kekerasan. Bekerjasamalah dengan tim pendukung Anda, termasuk pekerja sosial atau penyedia layanan kesehatan mental jika perlu, untuk menjadwalkan waktu dan tempat untuk mengakhiri hubungan
- Mempersiapkan diri : Luangkan waktu untuk mempertimbangkan semua kemungkinan akibat dari keputusan Anda untuk pergi. Apakah pasangan Anda akan mencoba untuk mencelakai Anda, mengancam akan menyakiti diri sendiri, atau menyakiti Anda atau seseorang yang Anda cintai? Jika ada kemungkinan terjadi kekerasan, pertimbangkan untuk mengajukan perintah penahanan sebelum Anda pergi.
- Menjelaskan maksud Anda dengan jelas : Setelah Anda pergi, penting bagi seseorang untuk memberi tahu pelaku tentang keputusan Anda sejelas dan setenang mungkin. Mereka harus menyampaikan keinginan Anda untuk tidak dipanggil atau dikunjungi. Seorang pekerja sosial mungkin dapat membantu.
- Tetap pada jalur : Untuk mendapatkan perspektif, Anda perlu waktu sendiri untuk memilah perasaan Anda tanpa paksaan lebih lanjut dari pasangan Anda. Hindari alkohol atau obat-obatan yang dapat mendistorsi penilaian Anda. Jaga jaringan pendukung Anda tetap dekat, baik secara fisik maupun melalui telepon.
- Bergabung dengan kelompok pendukung : Pemulihan mungkin lebih mudah jika Anda dikelilingi oleh orang lain yang memahami apa yang telah Anda alami. Terapis Anda seharusnya dapat merujuk Anda ke kelompok pendukung secara langsung. Ada juga kelompok daring, seperti Hope Recovery yang nirlaba yang menawarkan berbagai program dukungan bagi korban pelecehan dan trauma seksual dewasa.
Ada beberapa sumber daya yang dapat membantu Anda membuat rencana untuk berhasil memutuskan ikatan traumatis dan meninggalkan hubungan yang penuh kekerasan, seperti Hotline KDRT Nasional di 1-800-799-SAFE. (*)
Editor : Riana M.