Jawa Pos Radar Lawu – Bullying merupakan bentuk tindakan agresif yang dilakukan seseorang dengan sengaja dan berulang-ulang kali dengan tujuan untuk mengakibatkan ketidaknyamanan pada orang lain
Bullying yang terjadi secara fisik atau verbal bisa membuat korban menjadi rendah diri dan depresi. Dampak bullying ini juga bisa dialami oleh pelaku yang membuatnya tidak empati pada orang lain.
Penindasan, perundungan atau biasa disebut bullying menjadi perilaku yang buruk yang bisa memberikan dampak negatif. Kabar buruknya, siapa pun bisa menjadi korban bullying.
Perlu diketahui beberapa dampak yang bisa dialami oleh korban dan pelaku perundungan. Menurut Iswan Saputro, M.Psi., Psikolog, danpak bullying bagi korban dan pelaku itu beragam.
Dampak Bullying Bagi Korban
- Rentan Merasakan Emosi
Aspek dari emosional menjadi salah satu dampak bullying verbal yang dapat dirasakan oleh korban. Biasanya, korban perundungan mengalami emosi seperti takut, sedih, dan mudah marah.
- Sulit Berkonsentrasi
Psikolog Iswan menyampaikan, dampak kognitif dari perilaku bullying dapat membuat korban sulit berkonsentrasi dan memproses hal baru. Karena adanya rasa cemas yang dialami, jadi korban sulit untuk konsentrasi.
Bahkan, dampak bullying bagi siswa juga akan membuat korban kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
- Tidak Percaya Diri
Dampak bullying bagi masyarakat juga bisa membuat korban tidak percaya diri. Ketika bullying yang dialami bentuk kekerasan fisik, tentu bekas luka yang didapatkan dari perilaku perundungan dapat menyisakan pengalaman traumatis.
- Masalah Fisik
Karena menurunnya kepercayaan diri akibat kondisi fisik, ini juga bisa memunculkan gejala-gejala psikosomatis. Psikosomatis yang bisa muncul adalah gastroesophageal reflux disease (GERD), tremor, atau mimisan. Menurut Iswan, ini terjadi karena korban dikuasai oleh emosi negatif, seperti takut, cemas, dan sedih.
- Menarik Diri Dari Lingkungan
Dampak bullying bisa terjadi pada aspek sosial. Biasanya, korban bullying akan menarik diri dari lingkungan sekitar karena takut akan mendapatkan perlakuan yang sama. Kondisi seperti ini juga bisa menjadi dampak bullying di media sosial atau cyberbullying. Ini juga akan mengakibatkan korban tidak akan meggunakan sosial media tersebut karena merasan takut dan cemas.
Sulit Untuk Membetuk Hubungan
Dalam jangka yang panjang, dampak bullying dapat membuat korban sulit membentuk hubungan yang saling percaya. Pasalnya, korban biasanya memiliki trust issue terhadap kelompok atau seseorang yang dekat dengan pelaku.
Misalnya, ia pernah dirundung oleh kakak tingkat. Hal ini akan membuat korban memiliki trust issue untuk berinteraksi atau satu tim dengan orang yang lebih tua.
- Memicu Terjadinya Gangguan Mental.
Dampak bullying non verbal, verbal, atau fisik dapat memicu terjadinya gangguan mental.
Berdasarkan buku yang berjudul Preventing Bullying Through Science, Policy, and Practice, peristiwa kehidupan yang membuat stres, seperti korban perundungan, dapat menyebabkan timbulnya gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan gejala kejiwaan.
Bahkan, ini juga bisa memunculkan keinginan bunuh diri yang tinggi dan peningkatan tekanan emosional.
Dampak Bullying Bagi Pelaku
Selain pada korban, dampak bullying juga sebenarnya bisa terjadi pada pelaku. Menariknya, pelaku bisa tidak menyadari dampak psikologis yang dirasakan dari perilaku perundungan yang dilakukan. Berikut beberapa dampak bullying bagi pelaku:
- Terbiasa Melakukan Aktivitas Impulsif
Dijelaskan Psikolog Iswan, perilaku bullying dapat membuat pelaku terbiasa melakukan aktivitas atau pola yang impulsif.
Ini merupakan perilaku atau tindakan yang tidak diikuti dengan pemikiran tentang konsekuensi atau dampak kedepannya. Umumnya, pelaku lebih mengutamakan kondisi emosi dan keinginan sesaatnya.
- Empati Yang Semakin Tumpul
Dampak bullying verbal bagi pelaku dapat membuat empati yang semakin lama semakin tumpul. Soalnya, pelaku bullying tidak mempedulikan kondisi korbannya.
“Pelaku bullying biasanya lebih menyukai korbannya menderita atau merasakan kesengsaraan dalam waktu tertentu. Hal ini bisa menumpulkan kemampuan mereka dalam berempati,” jelas Psikolog Iswan.
- Meningkatnya Perilaku Agresif
Menurut Iswan, pelaku bullying yang tidak tertangani atau tidak mendapatkan pendampingan akan menganggap bahwa pukulan kekerasan verbal maupun non-verbal sebagai salah satu cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Baca Juga: Kok Bisa Vegapunk Salah Tuduh? Si Pengkhianat Bukan Lilith tapi York dalam One Piece 1123
- Muncul Perilaku Antisosial Yang Semakin Parah
Dampak bullying bagi pelaku juga dapat memunculkan perilaku antisosial yang lebih parah, baik itu mencuri hingga membunuh.
Pelaku merasa tidak memiliki norma atau aturan dalam berperilaku, terlebih lagi ia tidak mendapatkan pendampingan. Hal ini membuat aktivitas agresif bisa berkembang menjadi lebih buruk. (*)
Editor : Riana M.