Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Batasi Asupan Daging Saat Idul Adha, Penderita Penyakit Ini Wajib Tahu Porsi Daging yang Aman Dikonsumsi

Siti Fauziah • Selasa, 18 Juni 2024 | 13:43 WIB

Penderita pengakit ini Wajib tahu batasan konsumsi daging saat Idul Adha (Pinterest)
Penderita pengakit ini Wajib tahu batasan konsumsi daging saat Idul Adha (Pinterest)

Jawa Pos Radar Lawu - Bagi penderita beberapa penyakit seperti hipertensi kardiovaskular dan penyakit kronis lainnya disarankan untuk mengontrol auspan daging selama hari raya Idul Adha.

Hal ini sangat penting dilakukan agar tidak membahayakan kesehatan.

Apabila jumlah porsi dalam pengonsumsiannya sesuai dengan aturan, maka tidak akan menimbulkan efek samping apa-apa jika pengonsumsiannya masih berada dalam batas wajar.

Hal tersebut disampaikan oleh egayip Zehir, dokter sekaligus pengajar di University of Health Science di Istanbul Turki.

Zahir menjelaskan bahwa ukuran porsi dan pilihan cara memasak sangat menentukan kadar natrium hingga lemak jenuh dalam memasak daging.

Zair mengatakan bahwa pengonsumsian daging merah akan meningkat secara signifikan selama Idul Adha.

Oleh karena itu ia menganjurkan bagi para penderita penyakit jantung untuk mengurangi konsumsi daging merah dalam menu makanan mereka.

"Sangat penting untuk memperhatikan ukuran porsi dan cara memasak. Konsumsi daging berlebih memicu tekanan darah, asam urat, dan peningkatan kolesterol.

Konsumsi daging merah dianjurkan tidak lebih dari dua hari dalam sepekan dalam pola makan yang normal," kata Zahir yang dilansir dari Hurriyet Daily News, Senin (17/6/2024).

Zehir juga menambahkan bahwa tidak mengkonsumsi lemak daging adalah salah satu tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.

Hidangan daging pada saat Idul Adha kerap diolah menjadi berbagai menu makanan. Salah satu yang paling umum adalah sate.

Dalam hal ini Zehir menyarankan untuk menambahkan konsumsi sayuran seperti tomat, wortel, atau lain sebagainya sebagai pendamping makanan sate.

Menyinggung tentang konsumsi garam, Zehir juga menjelaskan bahwa garam menimbulkan bahaya yang cukup serius bagi pasien yang menderita tekanan darah tinggi.

"Asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko Pendarahan otak stroke dan serangan jantung dengan menyebabkan kenaikan tekanan darah yang berlebihan.

Oleh karena itu konsumsi garam harus dijaga di bawah 5 gram per hari," ujar Zehir. (*)

Editor : Riana M.
#daging #hari raya #kesehatan #daging merah #daging kurban #lemak #idul adha #batasan #penderita jantung