Jawa Pos Radar Lawu - Banyak informasi kesehatan yang masih simpan siur kebenarannya.
Salah satunya adalah terkait hubungan daging kambing dengan tekanan darah. Tidak sedikit orang bahwa mengkonsumsi daging kambing dapat mengatasi tekanan darah rendah.
Oleh karena itu banyak penderita tekanan darah rendah mengkonsumsi daging kambing untuk mengobati hipotensi.
Entah dari mana awal kepercayaan tersebut muncul di kalangan masyarakat.
Namun fakta medis menunjukkan bahwa hubungan daging kambing tidak memiliki efek samping terhadap tekanan darah rendah.
Oleh karena itu konsumsi daging kambing bukanlah untuk pengobatan yang tepat untuk darah rendah.
Sebenarnya konsumsi daging kambing boleh-boleh saja bagi penderita darah rendah. Namun untuk fungsinya sendiri bukanlah untuk mendapatkan nutrisi dari daging tersebut.
Daging kambing merupakan sumber protein dan zat besi yang baik.
Selain itu daging kambing juga mengandung lemak khususnya lemak jenuh sehingga tidak baik dikonsumsi terlalu banyak.
Apabila terlalu banyak mengonsumsi daging kambing, maka lemak tersebut bisa menempel di pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Namun perlu diketahui jika dibandingkan dengan daging sapi kadar lemak jenuh pada kambing lebih rendah.
Supaya daging kambing dapat menyumbangkan nutrisi yang baik bagi penderita darah rendah maka Pilihlah bagian has yang tidak mengandung banyak lemak.
Untuk memiliki tekanan darah yang baik perlu memerlukan pola hidup yang sehat secara menyeluruh. Pola makan hanyalah salah satu langkah untuk mencapainya.
Pastikan juga berat badan dalam keadaan ideal karena kelebihan berat badan dapat menambah resiko tekanan darah tinggi.
Sedangkan berat badan yang rendah dengan gizi dan status cairan yang tidak optimal bisa menyebabkan kekurangan cairan hal ini akhirnya dapat menimbulkan hipotensi atau darah rendah.
Jangan lupa juga untuk berolahraga secara rutin seperti aktivitas sedang, jalan cepat atau berenang hal itu dapat membantu menjaga kestabilan tekanan darah. (*)
Editor : Riana M.