Jawa Pos Radar Lawu - Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau gangguan refluks asam lambung, meskipun tidak fatal dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan dan berpotensi merugikan kualitas hidup seseorang.
Menurut dr. Sulih Yekti Ngutamani, dokter spesialis penyakit dalam di RS Paru, GERD memerlukan perhatian serius karena jika dibiarkan berlanjut, dapat menyebabkan kerusakan pada kerongkongan dan meningkatkan risiko terjadinya kanker.
GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan karena longgarnya katup esofagus yang seharusnya mencegah refluks.
Dilansir dari Jawa Pos Radar Jember, beberapa penyebabnya melibatkan gangguan autoimun, pola makan yang buruk, dan penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi katup.
Meskipun dr Sulih menegaskan bahwa peluang terjadinya kanker akibat GERD relatif kecil, kondisi ini dapat mengganggu fungsi dan menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, penanganan segera diperlukan.
Gejala khas GERD yang perlu diwaspadai:
- Nyeri terbakar di dada
- Regurgitasi asam lambung ke kerongkongan
- Nyeri, mual, dan muntah
- Sensasi mengganjal di tenggorokan
- Sering bersendawa
Selain gejala khas tersebut, dr Sulih juga menyoroti gejala atipikal seperti rasa pahit saat bersendawa atau mengonsumsi mentimun.
Ia menegaskan bahwa apa pun yang berada di tempat yang salah dapat menyebabkan masalah, dan kerusakan pada kerongkongan dapat terjadi seiring waktu.
Kiat hidup sehat untuk mengatasi GERD:
- Perubahan Pola Makan: Hindari makanan pedas, berlemak, dan asam. Porsi makan yang lebih kecil dan hindari makan sebelum tidur.
- Pola Hidup Sehat: Pertahankan berat badan ideal, hindari merokok, dan kurangi konsumsi alkohol.
- Obat-obatan: Gunakan obat antirefluks atau asam lambung sesuai anjuran dokter.
- Konsultasi Medis: Segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.
- Dengan perubahan gaya hidup dan penanganan yang tepat, GERD dapat diatasi dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
Penting untuk menjalani pemeriksaan medis secara berkala dan mengikuti petunjuk dokter untuk menjaga kesehatan lambung dan mencegah kemungkinan kerusakan yang lebih serius. (mg1/kid)
Editor : Erlita H
Sumber : Radar Jember