Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

88 Tahun Hilang, Petunjuk Baru Pesawat Amelia Earhart Kini Muncul! Misteri Dirgantara Terbesar segera Tersibak?

Dwi NR Diliana • Kamis, 3 Juli 2025 | 16:14 WIB
Pesawat Amelia Earhart dalam penerbangan mengelilingi dunia menghilang secara misterius.
Pesawat Amelia Earhart dalam penerbangan mengelilingi dunia menghilang secara misterius.

Jawa Pos Radar Lawu - Setelah 88 tahun berlalu, misteri hilangnya Amelia Earhart dalam penerbangan mengelilingi dunia masih belum terpecahkan.

Namun, harapan baru muncul lewat inisiatif dari Universitas Purdue, tempat Earhart dulu bekerja dan yang turut mendanai ekspedisi legendarisnya pada 1937.

Kampus di negara bagian Indiana, AS, itu berencana mengirim tim peneliti ke pulau terpencil Nikumaroro di Kiribati pada musim gugur ini.

Tujuannya menemukan kembali pesawat Lockheed Electra 10E milik sang pelopor penerbangan perempuan.

Langkah ini didorong oleh temuan foto satelit tahun 2015 yang menunjukkan objek mencurigakan menyerupai bagian pesawat di sebuah laguna terpencil.

Objek itu terlihat usai badai tropis menggeser pasir di lokasi, dan kini kembali terkubur.

Namun bagi Richard Pettigrew, Direktur Eksekutif Archaeological Legacy Institute, ukuran dan bentuk objek itu sangat mirip dengan pesawat Earhart.

Terlebih lagi, lokasinya cocok dengan rute penerbangan Earhart dan titik asal panggilan radionya sebelum hilang kontak.

“Semuanya cocok. Itu memenuhi semua kriteria,” ujar Pettigrew yang juga pernah melakukan ekspedisi ke Nikumaroro.

Universitas Purdue menganggap langkah ini sebagai bagian dari warisan yang harus diselesaikan.

Steve Schultz, penasihat umum universitas, menyatakan bahwa pihaknya berkewajiban memenuhi keinginan Earhart yang sempat berniat mengembalikan pesawatnya ke kampus usai penerbangan.

Misi Ilmiah yang Didanai USD 500 Ribu

Purdue telah menyetujui pendanaan tahap pertama ekspedisi senilai USD 500.000.

Ekspedisi akan berlangsung pada November 2025, memakan waktu enam hari perjalanan laut menuju Nikumaroro dan lima hari pencarian intensif di lokasi.

Tim peneliti akan mencoba menggali kembali objek misterius yang terlihat dalam citra satelit, lalu mengidentifikasinya.

Jika terbukti sebagai bagian dari pesawat, upaya pemulangan ke Purdue akan menjadi prioritas untuk studi sejarah penerbangan.

Namun, tidak semua pihak yakin.

Ric Gillespie, Direktur Eksekutif TIGHAR (Kelompok Internasional untuk Pemulihan Pesawat Bersejarah), skeptis terhadap temuan ini.

Ia menyebut objek dalam citra hanyalah pohon kelapa dan akar terdampar akibat badai.

TIGHAR sendiri telah melakukan lebih dari 12 ekspedisi ke Nikumaroro selama 35 tahun dan meyakini bahwa Earhart memang mendarat di sana.

Adapun pesawatnya diyakini tenggelam di antara karang, bukan tertutup pasir.

“Saya memahami keinginan untuk menemukan bagian dari pesawat Amelia Earhart. Tapi data tidak mendukung hipotesis itu. Sesederhana itu,” ujar Gillespie.

Pada ekspedisi tahun 2017, tim TIGHAR bahkan melibatkan anjing pelacak forensik, yang mendeteksi kemungkinan sisa-sisa manusia di pulau tersebut.

Namun, hingga kini belum ada bukti fisik tak terbantahkan yang bisa mengonfirmasi keberadaan Earhart di Nikumaroro.

Legenda yang Tak Pernah Pudar

Amelia Earhart adalah perempuan pertama yang terbang solo melintasi Samudra Atlantik.

Ia menghilang pada 2 Juli 1937 bersama navigatornya, Fred Noonan, saat mencoba menyelesaikan rute keliling dunia.

Earhart sempat bekerja sebagai konselor karier untuk perempuan dan penasihat di Departemen Teknik Penerbangan Purdue, menjadikan universitas tersebut bagian penting dalam sejarahnya.

Kini, ekspedisi ini tak hanya menjadi misi ilmiah, tetapi juga upaya memulihkan bagian penting dari warisan dunia penerbangan.

Apakah pasir Nikumaroro menyimpan kunci dari misteri terbesar abad ke-20? Jawabannya mungkin akan terkuak dalam beberapa bulan ke depan. (aan)

Editor : Mizan Ahsani
#sejarah #misteri #pesawat hilang #pesawat #Amelia Earhart #menghilang